Transaksi Meningkat Jelang Lebaran, DPRD Ingatkan Ancaman Uang Palsu di Pasar Ramadan

Berita

HALOBERAU – Lonjakan aktivitas ekonomi selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri membawa dampak positif bagi para pedagang di Berau. Namun di tengah tingginya perputaran uang tersebut, DPRD Berau mengingatkan adanya potensi peredaran uang palsu yang bisa merugikan pelaku usaha, khususnya pedagang kecil dan UMKM.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, mengatakan momen Ramadan dan Lebaran memang identik dengan transaksi cepat dan volume pembelian yang meningkat drastis. Situasi ini, menurutnya, kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.

“Perputaran uang sangat tinggi dan transaksi berlangsung cepat. Kondisi seperti ini sering dimanfaatkan pelaku untuk menyelipkan uang palsu di tengah keramaian,” ujarnya.
Ia menilai pedagang kecil menjadi pihak yang paling rentan terdampak. Pasar yang padat, antrean panjang, serta fokus pada pelayanan membuat pemeriksaan uang sering kali terabaikan.

“Jangan sampai karena suasana ramai, pedagang jadi kurang teliti. Setiap uang yang diterima harus tetap dicek. Kalau sampai lolos, kerugiannya ditanggung sendiri,” tegasnya.

Sakirman juga menyoroti kebiasaan sebagian pedagang yang merasa sungkan memeriksa uang di hadapan pembeli atau terburu-buru mengejar antrean. Menurutnya, sikap tersebut justru membuka peluang terjadinya tindak kejahatan.

“Memeriksa uang itu bukan bentuk ketidakpercayaan, tapi langkah kehati-hatian. Jangan ragu untuk mengecek, apalagi kalau nominalnya besar,” katanya.

Ia kembali mengingatkan pentingnya menerapkan metode 3D Dilihat, Diraba, dan Diterawang sebagai cara sederhana mendeteksi keaslian uang.

“Minimal lakukan 3D. Lihat detail warnanya, rasakan teksturnya, dan terawang untuk memastikan tanda air serta benang pengamannya,” jelasnya.

Untuk pedagang yang rutin menerima transaksi dalam jumlah besar, Sakirman menyarankan penggunaan alat pendeteksi uang palsu sebagai bentuk perlindungan tambahan.

Selain kewaspadaan pedagang, ia juga meminta aparat penegak hukum meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik keramaian, seperti pasar Ramadan dan pusat perbelanjaan.

“Pengawasan harus diperketat. Ini tanggung jawab bersama agar suasana Ramadan tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia berharap perayaan Idulfitri di Berau tetap berlangsung lancar tanpa gangguan kejahatan.

“Waspada adalah kunci. Jangan sampai momen Lebaran yang seharusnya membawa kebahagiaan justru meninggalkan kerugian,” pungkasnya. (Adv/ed*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *