HALOBERAU – Pembangunan Rumah Sakit Pratama Talisayan yang telah rampung sejak beberapa tahun lalu hingga kini belum juga difungsikan. Kondisi ini menuai sorotan tajam dari Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin.
Dalam rapat bersama Dinas Kesehatan Berau, Thamrin menyindir penjelasan pemerintah yang dinilai terlalu bertele-tele tanpa kejelasan waktu operasional. Ia bahkan menyamakan paparan tersebut seperti kuliah teori yang panjang namun minim kepastian implementasi.
“Tadi disampaikan secara teknis dan teoritis sangat jelas. Saya anggap ini sebuah kuliah, mungkin kuliah 2 SKS kita tadi di DPRD,” ujarnya.
Salah satu isu krusial yang disorot adalah rencana pemindahan sekitar 70 tenaga kesehatan dari fasilitas lain untuk mengisi kebutuhan di RSP Talisayan. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi mengganggu layanan di rumah sakit yang sudah berjalan, termasuk RSUD Abdul Rivai.
“Yang jadi pertanyaan, kalau diambil 70 personel, apakah tidak mengganggu pelayanan di RSUD Abdul Rivai?” tegasnya.
Ia juga menyoroti dugaan pemindahan tenaga medis dari puskesmas yang dinilai bermasalah. Thamrin mencontohkan kondisi di Puskesmas Talisayan yang sempat menghentikan layanan karena kekurangan dokter.
“Ada dokter yang baru diangkat CPNS, belum 100 persen, sudah dimutasi. Ini pelanggaran berat. Masa puskesmas terbesar di pesisir tidak punya dokter sampai pelayanan tutup,” kritiknya.
Selain persoalan sumber daya manusia, Thamrin mengingatkan pentingnya kesiapan administrasi seperti Surat Izin Praktik (SIP) tenaga medis yang tidak bisa dipindahkan begitu saja tanpa prosedur yang jelas.
Ia juga menyoroti persoalan lokasi rumah sakit yang berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Menurutnya, hal ini berpotensi melanggar ketentuan dari Kementerian Kesehatan terkait jarak fasilitas kesehatan dengan area pembuangan sampah.
“Memang ada rencana pemindahan TPA, tapi sampai sekarang belum siap. Ini harus jadi perhatian serius,” tambahnya.
Sebagai fungsi pengawasan, DPRD Berau mendesak pemerintah daerah segera memberikan kepastian terkait operasional RSP Talisayan. Thamrin menegaskan, catatan kritis tersebut akan menjadi bagian dari rekomendasi dalam evaluasi LKPJ Bupati Berau.
“Kami ingin rumah sakit ini segera beroperasi, tapi harus benar-benar siap. Jangan sampai hanya seremonial gunting pita, tapi pelayanan belum jelas,” pungkasnya. (Adv/ed*)
