Bupati Edukasi Anak-Anak Tanjung Batu Jaga Kebersihan, Demi Citra Gerbang Wisata Berau

Berita

HALOBERAU – Kunjungan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas ke Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Jumat (29/5/26) lalu, tidak hanya fokus meninjau fasilitas wisata yang telah dibangun pemerintah. Di sela-sela peninjauan, Bupati juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak, tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung sektor pariwisata.

Saat berada di kawasan kios cinderamata yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pariwisata Tahun 2023, Sri Juniarsih tampak mengajak anak-anak dan warga sekitar untuk lebih peduli terhadap sampah yang masih terlihat di beberapa titik kawasan tersebut.

Menurutnya, Kampung Tanjung Batu memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pulau Derawan dan destinasi wisata lainnya. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kesan pertama yang baik bagi para pengunjung.

“Anak-anak harus mulai memahami bahwa kebersihan itu penting. Tanjung Batu ini adalah wajah pertama yang dilihat wisatawan sebelum menuju Derawan. Kalau lingkungannya bersih, orang yang datang akan merasa nyaman dan senang,” ujarnya.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Berau itu menegaskan, menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah atau pengelola kawasan, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Ia berharap kesadaran tersebut dapat ditanamkan sejak usia dini agar menjadi budaya yang terus terjaga.

Dalam kesempatan itu, Sri Juniarsih juga mengingatkan bahwa potensi wisata Berau yang telah dikenal hingga mancanegara harus didukung oleh lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman. Terlebih, berbagai fasilitas penunjang wisata yang telah dibangun pemerintah akan memberikan manfaat maksimal apabila diiringi dengan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan kawasan.

Selain memberikan edukasi kepada anak-anak, Sri Juniarsih turut menyoroti kondisi kios cinderamata yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk kerajinan, oleh-oleh, maupun hasil usaha kreatif kepada wisatawan.

Ia pun mendorong pemerintah kampung, pengelola kawasan, dan masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan fasilitas yang telah tersedia sekaligus menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya.

“Kalau kawasan ini bersih, tertata, dan fasilitasnya dimanfaatkan dengan baik, tentu akan menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang datang. Ini bukan hanya soal pariwisata, tetapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya.

Kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alamnya, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, terutama di Tanjung Batu yang menjadi pintu masuk utama menuju kawasan wisata unggulan Berau. (Adv/ed*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *