HALOBERAU – Kafe Titik Koma telah hadir di Kota Tanjung Redeb, Berau, tepatnya di Tepian Sungai Segah, Jalan Pulau Derawan. Titik Koma, kafe berkonsep kapal yang menghadap langsung ke sungai, hadir menawarkan pengalaman menikmati kopi sambil menyaksikan matahari terbenam.
Peresmian Kafe Titik Koma ditandai dengan pemotongan pita oleh Owner Titik Koma Berau, Makmur HAPK MM, Selasa (27/1/2026). Momen tersebut disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat, anggota DPRD Berau, hingga Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sarifattul Syadiah, serta warga yang antusias menyambut kehadiran kafe baru ini.
Makmur menyampaikan, hadirnya Titik Koma di Berau menjadi bukti bahwa daerah ini semakin dilirik sebagai tujuan wisata, termasuk bagi para penikmat kopi. Apalagi, Titik Koma merupakan brand nasional yang kiprahnya sudah dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia.
“Dengan konsep yang kami hadirkan, saya pastikan nuansanya akan berbeda,” ujar Makmur.
Ia berharap, kehadiran Titik Koma tidak hanya menjadi tempat nongkrong baru bagi masyarakat lokal, tetapi juga mampu menarik wisatawan dari luar daerah untuk datang ke Berau.
“Ini amanah besar. Semoga bisa kami jalankan dengan baik dan memberi dampak positif,” tambahnya.
Selain memperkaya pilihan destinasi kuliner, kehadiran kafe ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Berau. Saat ini, Titik Koma Berau mempekerjakan delapan barista dan dua waiter. Makmur juga menilai, brand besar seperti Titik Koma bisa menjadi wadah pembelajaran, khususnya bagi generasi muda yang ingin mendalami industri perkopian.
“Saya berharap, Titik Koma bisa menjadi pintu masuk bagi brand nasional lainnya untuk hadir di Berau,” ucapnya.
Sebagai informasi, Titik Koma merupakan brand asal Surabaya. Di Berau, kafe ini berdiri tiga lantai dengan pilihan area indoor dan outdoor, serta ruang yang dapat dimanfaatkan untuk rapat maupun pertemuan.
Sementara itu, mewakili Pemerintah Kabupaten Berau, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Maulidyah, menyampaikan apresiasi atas dibukanya Titik Koma di tengah kondisi ekonomi nasional yang masih bergejolak. Ia menyebutkan, dengan hadirnya Titik Koma, jumlah kafe di Berau kini bertambah menjadi 57.
“Kami berharap Titik Koma bisa menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dalam membuka kesempatan kerja dan mengembangkan produk lokal,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar produk unggulan daerah, seperti cokelat khas Berau, dapat masuk ke dalam menu Titik Koma. Menurutnya, sektor ekonomi kreatif perlu terus didukung karena memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Saat ini, sektor kafe dan restoran tercatat sebagai penyumbang terbesar geliat ekonomi daerah, dengan nilai mencapai Rp 36 miliar. “Mudah-mudahan ke depan angkanya terus meningkat,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. Ia berharap ke depan, Titik Koma tidak hanya hadir di pusat kota Tanjung Redeb, tetapi juga dapat membuka gerai di kawasan wisata.
“Berau dikenal dengan potensi pariwisatanya. Akan sangat menarik jika brand nasional seperti Titik Koma bisa hadir langsung di spot-spot wisata,” pungkasnya. (ed*)
