HALOBERAU, KUTIM – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kutai Timur (Kutim) terus memperluas program peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan, magang, dan sertifikasi. Langkah ini diambil untuk menyiapkan SDM yang mampu bersaing di pasar kerja yang semakin selektif.
Bahwa sertifikasi menjadi salah satu instrumen penting dalam menentukan kualitas tenaga kerja. “Sertifikat bukan hanya selembar kertas, tapi bukti nyata kemampuan seseorang di bidang tertentu,” ujar Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, Selasa (11/11/2025).
Ia menambahkan, sertifikasi kompetensi akan membantu perusahaan dalam menilai kinerja calon karyawan secara objektif. Di sisi lain, pekerja juga mendapat pengakuan formal atas keterampilannya.
Selain sertifikasi, Disnakertrans juga mengembangkan program magang yang melibatkan berbagai perusahaan lokal. Melalui kegiatan ini, para peserta dapat belajar langsung mengenai budaya kerja industri.
“Magang membuka wawasan peserta tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan perusahaan. Mereka belajar profesionalisme dan disiplin kerja,” terang Roma.
Pihaknya juga bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk menyiapkan kurikulum pelatihan yang sesuai kebutuhan dunia usaha. Program pelatihan ini bahkan diharapkan mampu mencetak tenaga kerja mandiri di bidang wirausaha.
Menurut Roma, keberhasilan pengembangan SDM tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kami butuh dukungan semua pihak agar tenaga kerja kita benar-benar siap bersaing,” katanya.
Dengan berbagai terobosan ini, Pemkab Kutim optimistis mampu mencetak tenaga kerja unggul yang siap menembus pasar industri nasional bahkan internasional.(ADV)
