Udara Tidak Sehat Cemaskan Warga, Pelayanan Puskesmas di Tanjung Redeb Masih Normal

Berita

HALOBERAU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti Kota Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Sabtu (22/8/2026).

Kondisi asap yang cukup pekat, terutama pada pagi hingga menjelang siang, mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Aroma asap juga kembali terasa pada sore hari.

Sejumlah warga mengaku mulai merasakan dampak dari buruknya kualitas udara. Keluhan yang dirasakan di antaranya mata perih, aroma asap yang menyengat hingga gejala sesak napas.

Annisa Oktadianti, warga Tanjung Redeb, mengatakan kondisi asap dalam beberapa hari terakhir cukup terasa, terutama pada pagi hari hingga menjelang siang.

“Beberapa hari terakhir memang asapnya cukup terasa. Baunya juga menyengat, mata terasa perih dan kadang agak sesak. Kami tentu khawatir kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, terutama untuk kesehatan anak-anak,” ujarnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan Darmono. Menurutnya, kabut asap membuat aktivitas masyarakat di luar rumah menjadi kurang nyaman.

“Asapnya sekarang cukup tebal, terutama pagi hari. Aktivitas di luar rumah jadi agak terganggu karena udara terasa kurang nyaman dan bau asap cukup menyengat,” katanya.

Sementara itu, Rugerri, warga Tanjung Redeb, berharap penanganan Karhutla dapat segera dilakukan sehingga kualitas udara kembali membaik.

“Kami sebagai warga tentu merasa cemas dengan kondisi asap seperti ini. Kalau keluar rumah, kami mulai menggunakan masker karena khawatir terhadap kesehatan. Mudah-mudahan Karhutla ini segera dipadamkan dan kualitas udara kembali normal,” ujarnya.

Meski kondisi udara mulai dikeluhkan warga, pantauan di sejumlah fasilitas kesehatan di Tanjung Redeb masih menunjukkan situasi normal.

Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Kampung Bugis masih melayani masyarakat seperti biasa. Belum terlihat adanya peningkatan jumlah pasien yang signifikan akibat dampak kabut asap.

Warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kondisi tubuh, mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak diperlukan, serta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

Kondisi kabut asap ini menjadi perhatian masyarakat seiring masih berlangsungnya Karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Berau. Pemerintah dan tim gabungan terus melakukan penanganan terhadap titik-titik kebakaran untuk mencegah meluasnya dampak asap ke permukiman warga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *