HALOBERAU – Video pengisian BBM menggunakan sejumlah jeriken di SPBU Jalan SM Bayanuddin, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sempat viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat operator SPBU melayani pengisian BBM ke sejumlah jeriken. Potongan gambar itu kemudian memunculkan dugaan adanya pembelian BBM subsidi dalam jumlah banyak.
Komentar dan kecaman pun bermunculan. Operator SPBU yang terlihat dalam video bahkan mengaku sempat mengalami tekanan akibat reaksi warganet.
Namun, setelah dilakukan klarifikasi, fakta di balik video tersebut ternyata berbeda.
Perwakilan Pertamina, Bagus, menjelaskan BBM yang diisikan ke dalam 15 jeriken tersebut merupakan Dexlite, salah satu produk BBM nonsubsidi.
BBM tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional mesin genset di wilayah terpencil di Kecamatan Segah. Pengisian juga disebut telah dilengkapi dokumen pendukung.
“Untuk masyarakat Berau jenis BBM itu ada dua, subsidi dan nonsubsidi. Subsidi itu isinya solar dan Pertalite, dan yang nonsubsidi adalah Pertamax, Dexlite, dan Pertamax Turbo,” jelas Bagus.
Menurutnya, pembelian Dexlite tersebut dilakukan untuk kebutuhan genset di Kecamatan Segah dan telah mengikuti prosedur yang berlaku.
“Jadi kemarin itu benar-benar untuk penggunaan genset di Kecamatan Segah. Pembelian juga sudah sesuai dengan prosedur kita, salah satunya harus ada surat pengantar dari kecamatan sesuai kesepakatan dari pihak OPD. Dan itu terbukti kemarin ada suratnya,” lanjutnya.
Keterangan tersebut juga diperkuat oleh operator SPBU, Rivaldi. Ia menjelaskan pengisian dilakukan sesuai prosedur pelayanan.
“Saat pengisian kami layani sesuai prosedur. Ada yang melakukan pengisian BBM jenis Dexlite sebanyak 15 jeriken, dan dilengkapi dengan surat pembelian untuk penggunaan mesin genset di daerah di Segah,” ujar Rivaldi.
Rivaldi mengaku sempat tertekan setelah video tersebut ramai dan mendapat beragam komentar dari warganet.
“Menanggapi komentar netizen di media sosial awalnya sempat tertekan. Tapi saya respons biasa karena saya sudah bekerja sesuai prosedur pelayanan,” katanya.
Bagus juga menjelaskan cara sederhana bagi masyarakat untuk membedakan jenis BBM berdasarkan nosel di SPBU.
Ia menyebut nosel berwarna hijau digunakan untuk Dexlite, sedangkan Pertamax menggunakan nosel berwarna biru dan Pertalite menggunakan nosel berwarna putih.
“Kami juga menginformasikan bahwa nosel warna hijau ini untuk Dexlite BBM nonsubsidi. Yang hijau Dexlite, yang biru Pertamax dan putih Pertalite. Jika ada video kembali berulang, mohon dicek dulu menggunakan nosel warna apa,” jelas Bagus.
Klarifikasi ini menjadi penting di tengah cepatnya informasi menyebar melalui media sosial. Sebab, potongan video tanpa konteks lengkap dapat memunculkan persepsi berbeda dan berujung pada kesimpulan yang belum tentu sesuai fakta.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk lebih teliti sebelum memberikan penilaian maupun menyebarkan kembali sebuah video, terutama jika menyangkut dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.
Masyarakat juga perlu memahami perbedaan BBM subsidi dan nonsubsidi, termasuk mengenali jenis produk berdasarkan informasi dan fasilitas yang tersedia di SPBU.
Viralnya video pengisian jeriken di SPBU Sambaliung akhirnya menjadi pembelajaran bahwa sebelum sebuah informasi dipercaya dan disebarluaskan, ada baiknya fakta terlebih dahulu diperiksa.
Bukan hanya untuk memastikan informasi yang beredar benar, tetapi juga untuk mencegah pihak yang tidak terkait menjadi sasaran tudingan akibat informasi yang belum utuh. (*)
