HALOBERAU – Inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau dalam menghadirkan kafe literasi menuai apresiasi dari Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin. Konsep yang memadukan layanan Food & Beverage (F&B) dengan perpustakaan mini dinilai sebagai langkah kreatif untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Program yang masih dalam tahap uji coba ini mengusung konsep ruang baca terbuka (outdoor) dengan jam operasional pada malam hari. Menurut Thamrin, pendekatan tersebut cukup efektif karena menawarkan suasana santai dan tidak kaku, sehingga pengunjung dapat lebih betah berlama-lama.
“Ini cara yang baik, karena kalau di ruang tertutup bisa jadi masyarakat cepat jenuh. Dengan ruang yang lebih terbuka, suasananya jauh lebih santai, sekaligus menjadi wadah interaktif bagi masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar inovasi tersebut tetap dievaluasi secara berkala. Lokasi yang berada di dekat jalan raya dinilai berpotensi menjadi tantangan, terutama bagi pengunjung yang membutuhkan suasana tenang untuk membaca.
Menurutnya, tidak semua peminat buku nyaman dengan kondisi yang ramai. Namun, jika konsep ini berhasil, bukan tidak mungkin jam operasional perpustakaan daerah dapat diperluas hingga malam hari bahkan di hari libur, menyesuaikan dengan aktivitas masyarakat.
“Masyarakat diharapkan bisa memberikan masukan terkait keberlanjutan kafe ini, karena mereka yang langsung merasakan suasananya,” tambahnya.
Lebih jauh, Thamrin mendorong agar kolaborasi dengan pelaku UMKM dan berbagai pihak dapat dimaksimalkan. Ia berharap kawasan perpustakaan bisa berkembang menjadi pusat kegiatan edukatif, budaya, sekaligus ruang interaksi sosial.
“Dengan kolaborasi yang tepat, kafe literasi bisa menjadi magnet baru bagi masyarakat Berau dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” pungkasnya. (Adv/ed*)
