HALOBERAU – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, menilai Lapangan Pemuda yang selama ini menjadi pusat berbagai kegiatan masyarakat dan pemerintahan, sudah tak lagi representatif untuk menampung berbagai aktivitas publik.
Menurutnya, kondisi lapangan yang berada di jantung Kota Tanjung Redeb itu kerap menimbulkan kemacetan dan penumpukan kendaraan setiap kali digunakan untuk acara besar.
“Kalau ada kegiatan besar, kendaraan sering menumpuk dan parkir jadi semrawut. Akibatnya lalu lintas di sekitar lapangan terganggu,” ungkap Rudi, Selasa (11/11/2025).
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk mulai mempertimbangkan pembangunan lapangan atau area publik baru yang lebih luas dan strategis, dengan akses jalan yang memadai.
“Pemerintah bisa menyiapkan lokasi alternatif yang lebih representatif, agar kegiatan masyarakat dan pemerintahan tetap bisa berjalan tanpa mengganggu pusat kota,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rudi menyebutkan, keberadaan lapangan baru tak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat.
Jika dikelola dengan baik melalui sistem retribusi, area tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD).
“Lapangan baru bisa dibuat multifungsi. Selain tempat kegiatan sosial, juga bisa jadi lokasi event atau usaha masyarakat yang memberi nilai tambah bagi daerah,” ujarnya.
Politisi tersebut menegaskan, gagasan ini bukan untuk menghapus fungsi Lapangan Pemuda yang sudah ada, melainkan untuk memperluas ruang publik di kawasan lain agar kota lebih tertata dan aktivitas masyarakat tetap nyaman.
“Tujuannya bukan menggantikan, tapi menambah ruang publik agar lebih tertata dan tidak menimbulkan kemacetan,” pungkasnya. (Adv/ed)
