HALOBERAU – Antrean kendaraan kembali mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Berau dalam dua hari terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau yang turun langsung mengecek ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di lapangan.
Wakil Bupati Berau Gamalis bersama Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto dan sejumlah instansi terkait meninjau SPBU Sambaliung, Rabu (23/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi stok, distribusi hingga pelayanan BBM di SPBU. Pemkab Berau juga berdiskusi dengan pihak SPBU dan Pertamina untuk mendapatkan informasi langsung mengenai penyebab kembali panjangnya antrean.
Gamalis mengatakan, pemerintah ingin memastikan informasi yang diterima masyarakat berasal dari sumber yang jelas, sehingga tidak menimbulkan kepanikan maupun informasi yang simpang siur.
“Kita ingin mengetahui secara langsung apa yang terjadi di lapangan, termasuk bagaimana kondisi stok dan distribusi BBM ke SPBU. Jangan sampai masyarakat mendapatkan informasi yang tidak jelas terkait ketersediaan BBM,” ujar Gamalis.
Dari hasil koordinasi, Pertamina menyampaikan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan BBM di Berau. Selain pasokan dari SP Balikpapan, distribusi juga mendapat dukungan dari SP Tarakan dengan volume sekitar 2.700 kiloliter.
Untuk wilayah Tanjung Redeb, penyaluran Pertalite dalam tiga hari terakhir tercatat sekitar 116 kiloliter dan Pertamax sekitar 70 kiloliter. Sementara stok solar disebut mencapai sekitar 3.700 kiloliter.
Dengan kondisi tersebut, Pertamina memastikan ketersediaan BBM masih aman dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari ke depan selama distribusi berjalan normal.
Gamalis pun mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Dari informasi Pertamina, stok sebenarnya masih dalam kondisi aman. Kita berharap masyarakat tidak perlu panik dan membeli BBM secara berlebihan karena hal tersebut justru dapat menyebabkan antrean semakin panjang,” jelasnya.
Menurut Gamalis, panjangnya antrean tidak selalu berkaitan dengan ketersediaan stok. Manajemen SPBU, kelancaran distribusi, pelayanan hingga pengawasan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
“Kita ada tim pengawas untuk mengawasi keseimbangan tersebut. Terkait operator SPBU, kalau manajemennya bagus, stoknya bagus, dan pengawasannya baik, maka semua akan berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Pemkab Berau juga akan memperkuat pengawasan bersama perangkat daerah, TNI dan Polri. Pengawasan dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
“Kita akan terus melakukan pengawasan bersama dinas terkait, TNI dan Polri. Penyaluran harus aman dan tepat sasaran, jangan sampai ada penyalahgunaan,” tegas Gamalis.
Sementara itu, perwakilan Pertamina, Bagus, menjelaskan bahwa penyaluran BBM di SPBU kini didukung sistem pemantauan berbasis barcode dan kamera pengawas atau CCTV yang beroperasi selama 24 jam.
Melalui sistem tersebut, proses pengisian kendaraan dapat dipantau, mulai dari nomor pelat, waktu pengisian hingga data yang diinput operator melalui perangkat PC dan tablet.
Verifikasi barcode juga dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data kendaraan dengan transaksi pengisian BBM.
“Khusus kendaraan roda empat, kami bisa memantau nomor pelat, jam dan harinya, termasuk input PC dan tablet yang dilakukan operator. Kesesuaian verifikasi barcode dengan kendaraan juga bisa kita pantau. Kita juga memiliki CCTV yang bisa dipantau. Kalau ada yang tidak sesuai, kita bisa langsung melakukan pengecekan,” jelas Bagus.
Pemkab Berau memastikan koordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait akan terus dilakukan. Pengawasan distribusi BBM diperkuat agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas perekonomian di Kabupaten Berau tidak terganggu. (Adv/ed*)
