Kerapu dan Lobster Berau Tembus Pasar Hong Kong, Pemkab Dorong Produksi Nelayan

Berita

HALOBERAU – Komoditas perikanan unggulan Kabupaten Berau semakin menunjukkan daya saing di pasar internasional. Ikan kerapu hidup dan lobster hasil tangkapan nelayan lokal kini memiliki jalur pemasaran hingga ke luar negeri, termasuk Hong Kong.

Potensi tersebut menjadi peluang besar bagi pengembangan sektor perikanan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun mendorong nelayan dan pelaku usaha perikanan untuk meningkatkan kapasitas serta volume produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus terbuka.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan potensi lobster dan ikan kerapu yang dimiliki perairan Berau harus dimanfaatkan secara optimal. Terlebih, komoditas tersebut telah memiliki pasar yang menjanjikan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kemampuan nelayan melalui dukungan peningkatan kapasitas, edukasi, hingga penerapan teknologi perikanan yang lebih modern.

“Kita akan terus mendorong agar nelayan dan pelaku usaha lobster konsisten menjalankan aktivitas produksi. Potensi ini harus dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional,” ungkap Gamalis.

Ia berharap peningkatan produksi dan perluasan pasar ekspor dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan nelayan, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan kepulauan.

“Peningkatan produksi dan ekspor ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir serta mendorong pertumbuhan perekonomian daerah,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid, mengungkapkan komoditas hasil tangkapan hidup dari perairan Berau telah memiliki jalur distribusi yang berjalan rutin, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Untuk komoditas lobster, Berau secara berkala memasok kebutuhan pasar antarpulau dengan tujuan utama Surabaya. Pengiriman dilakukan setiap satu hingga dua minggu sekali, dengan volume berkisar 15 hingga 20 koli dalam setiap pengiriman, menyesuaikan ketersediaan stok di lapangan.

Sementara itu, ikan kerapu hidup telah menjangkau pasar internasional dengan Hong Kong sebagai salah satu tujuan utama. Distribusi komoditas tersebut bahkan didukung kapal khusus yang datang langsung ke perairan Berau untuk menjemput hasil tangkapan nelayan.

Meski peluang pasar semakin terbuka, Abdul Majid menegaskan peningkatan produksi harus tetap memperhatikan kelestarian sumber daya laut. Pemanfaatan potensi perikanan tidak boleh dilakukan secara berlebihan hingga mengancam ketersediaan stok di alam.

Karena itu, edukasi kepada nelayan dan pelaku usaha mengenai pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Edukasi mengenai pentingnya menjaga ketersediaan stok alam dan kelestarian sumber daya perairan juga terus kita lakukan. Ini penting agar sektor perikanan tetap menjadi sumber penghidupan masyarakat Berau dalam jangka panjang,” tandasnya. (Adv/ed*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *