HALOBERAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak terhadap lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian warga Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau.
Untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak, bantuan senilai Rp500 juta disalurkan kepada petani kakao di wilayah tersebut.
Bantuan disalurkan melalui kolaborasi Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri bersama unsur Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Bantuan Rp500 juta tersebut berasal dari para host HUT SCTV dan diinisiasi Raffi Ahmad. Selain itu, peserta didik Sespimmen Polri Angkatan 67 turut menyerahkan 50 paket bantuan berupa sejumlah peralatan pertanian kepada masyarakat terdampak karhutla.
Kompol Fiky Pandu Widhapermana mengatakan, penyaluran bantuan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Sespim Polri Angkatan 67 sekaligus tindak lanjut arahan pemerintah untuk membantu masyarakat di daerah terdampak karhutla.
“Kami memberikan bantuan 50 paket, termasuk alat-alat pertanian untuk masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Menurut Fiky, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pemulihan masyarakat yang terdampak juga perlu menjadi perhatian agar aktivitas dan mata pencaharian warga dapat kembali berjalan.
“Semoga musibah karhutla ini segera berlalu dan masyarakat dapat beraktivitas normal seperti biasa,” katanya.
Sementara itu, Asisten Deputi Serdik Sespimmen Polri Angkatan 67, Kompol Erwin Satrio Wilogo, mengatakan keterlibatan Sespim Polri merupakan bagian dari gerakan bersama sejumlah lembaga pendidikan Polri dalam membantu penanganan karhutla.
Personel disebar ke enam provinsi yang terdampak karhutla, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Riau.
Dari setiap provinsi, wilayah terdampak dipetakan berdasarkan tingkat keparahan karhutla. Personel kemudian dibagi dalam kelompok beranggotakan sekitar 10 hingga 15 orang untuk membantu penanganan di kabupaten dengan dampak cukup serius.
“Kami dibagi ke enam provinsi dan masing-masing kelompok ditugaskan ke kabupaten yang terdampak cukup serius,” jelas Erwin.
Kabupaten Berau menjadi salah satu wilayah penugasan. Di daerah ini, Sespim Polri berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan perwakilan Utusan Khusus Presiden untuk menyalurkan bantuan kepada warga Kampung Merasa.
Erwin mengatakan, kondisi di lapangan membutuhkan penanganan bersama karena karhutla telah berdampak terhadap lahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Beberapa lahan menjadi mata pencaharian pokok masyarakat, sehingga memang perlu penanganan bersama,” ungkapnya.
Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Polri, TNI hingga unsur swasta. Kolaborasi tersebut tidak hanya diperlukan untuk menangani kebakaran, tetapi juga membantu pemulihan masyarakat yang terdampak.
“Kita bersama-sama, baik pemerintah maupun swasta, bahu-membahu menangani karhutla dengan baik,” pungkasnya. (Adv/rd*)
