Wabup Gamalis Dorong Pariwisata dan Pertanian Jadi Mesin Ekonomi Baru

Berita

HALOBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai dominasi sektor ekstraktif yang selama ini menjadi penopang utama pendapatan daerah perlu diimbangi dengan penguatan sektor-sektor ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Saat ini, sektor pertambangan masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian Berau. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai hampir 60 persen, sementara sekitar separuh Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga berasal dari sektor tersebut.

Menurut Gamalis, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi daerah. Pasalnya, ketergantungan yang terlalu besar pada satu sektor berisiko menimbulkan guncangan ekonomi apabila terjadi penurunan produksi, perubahan kebijakan, maupun fluktuasi pasar global.

“Kurang lebih 50 persen PAD kita masih bergantung pada sektor tambang. Kalau ada persoalan di sektor ini, tentu dampaknya akan sangat besar terhadap daerah dan bisa menimbulkan ketidakseimbangan ekonomi,” ujarnya.

Untuk itu, Pemkab Berau mulai mengarahkan perhatian pada sektor-sektor yang dinilai memiliki prospek jangka panjang, seperti pariwisata, pertanian, dan perikanan. Ketiga sektor tersebut dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Gamalis mengatakan, selama bertahun-tahun potensi tersebut belum berkembang secara optimal karena tingginya kontribusi sektor tambang dan perkebunan yang membuat daerah relatif nyaman dengan sumber pendapatan yang ada.

Padahal, Berau memiliki kekayaan alam dan sumber daya yang tidak kalah menjanjikan. Mulai dari destinasi wisata bertaraf internasional hingga potensi pertanian dan perikanan yang mampu menopang ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita memiliki potensi yang luar biasa di sektor pariwisata, pertanian, dan perikanan. Namun selama ini perkembangannya belum maksimal. Ke depan, sektor-sektor ini harus kita hidupkan kembali dan diperkuat agar bisa menjadi penopang utama ekonomi daerah,” katanya.

Sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi, Pemkab Berau akan memfokuskan pengembangan pada tiga sektor utama, yakni pariwisata, pertanian dan perikanan, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengembangan destinasi wisata akan diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah. Sementara sektor pertanian dan perikanan akan diperkuat guna mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong ekonomi kerakyatan. Di sisi lain, UMKM juga akan terus didorong agar mampu menjadi fondasi ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

Meski proses peralihan dari ekonomi berbasis sumber daya alam menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan tidak dapat dilakukan secara instan, Gamalis optimistis langkah tersebut merupakan investasi penting bagi masa depan Berau.

“Cepat atau lambat, sumber daya tambang akan berkurang bahkan habis. Karena itu, kita harus mulai mempersiapkan sektor-sektor lain dari sekarang agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat bisa berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv/ed*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *