HALOBERAU – Mandeknya perbaikan jembatan dan akses jalan di kawasan Gunung Sari hingga Pegat Bukur kembali menjadi sorotan. Ketua DPRD Berau, Dedi Okto Nooryanto, menilai persoalan ini terlalu lama dibiarkan tanpa kepastian sejak pertama kali diusulkan pada 2023.
Ia menegaskan, infrastruktur di jalur tersebut bukan sekadar kebutuhan biasa, melainkan urat nadi penghubung bagi sedikitnya tiga kampung. Karena itu, DPRD akan menempatkannya sebagai prioritas utama dalam pembahasan pembangunan daerah.
“Ini bukan lagi sekadar wacana. Kita akan dorong agar segera ada realisasi,” tegasnya.
Menurut Dedi, lambannya tindak lanjut terhadap usulan yang sudah bertahun-tahun diajukan menunjukkan perlunya keseriusan pemerintah daerah dalam menetapkan skala prioritas. Apalagi, kondisi jalan dan jembatan yang belum memadai telah berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Ia mengingatkan, kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda pembangunan infrastruktur vital. Justru, di tengah keterbatasan anggaran, program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat harus tetap diutamakan.
“Efisiensi itu penting, tapi jangan sampai mengorbankan hal-hal yang paling dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Dedi juga menyinggung potensi kerugian yang bisa timbul jika infrastruktur yang ada terus dibiarkan tanpa penanganan. Nilai aset yang besar, menurutnya, bisa hilang begitu saja jika tidak dirawat dan diperbaiki tepat waktu.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Berau akan mendorong pembahasan lebih intensif bersama pemerintah daerah, termasuk mengawal sejumlah proyek infrastruktur lain yang dinilai mendesak untuk segera direalisasikan. (Adv/ed*)
