Berau Bidik Dampak Ekonomi Pariwisata, Produk Lokal Didorong Jadi Oleh-Oleh Unggulan

Berita

HALOBERAU – Sektor pariwisata tidak hanya menjadi andalan Kabupaten Berau untuk menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga dibidik sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berupaya memperkuat keterkaitan antara sektor wisata, ekonomi kreatif, dan UMKM agar potensi kunjungan wisatawan turut membuka peluang usaha serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai Berau memiliki modal besar dalam pengembangan pariwisata bahari. Pulau Derawan dan Maratua menjadi bagian dari daya tarik wisata yang telah dikenal luas, bahkan keindahan Pulau Derawan diabadikan dalam desain uang rupiah.

Namun, menurutnya, potensi pariwisata harus mampu memberikan nilai ekonomi lebih luas. Kehadiran wisatawan perlu diikuti dengan tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari perdagangan produk lokal hingga pengembangan usaha kreatif.

Salah satu peluang yang didorong adalah menjadikan komoditas lokal sebagai produk unggulan dan buah tangan wisatawan. Kakao atau cokelat khas Berau, misalnya, yang sebelumnya lebih banyak dipasarkan dalam bentuk biji, kini diarahkan untuk diolah menjadi produk siap konsumsi dengan kemasan menarik.

Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan nilai jual komoditas sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Selain cokelat, Pemkab Berau juga mendorong pengembangan produk madu, olahan kelapa, serta batik dengan motif khas Maratua dan Derawan.

“Kenapa kita tidak buat kemasan seperti ini sehingga ketika orang datang berwisata mereka punya oleh-oleh,” ujar Sri Juniarsih.

Menurutnya, wisatawan seharusnya tidak hanya menikmati keindahan destinasi, tetapi juga memiliki pilihan untuk membeli dan membawa pulang produk khas daerah. Dengan demikian, belanja wisatawan dapat ikut menggerakkan UMKM dan memperluas perputaran ekonomi lokal.

Untuk memperkuat sektor tersebut, Pemkab Berau menjalankan program SIGAP Sejahtera melalui pendampingan dan pengembangan potensi sumber daya di masing-masing kampung.

Melalui program ini, masyarakat didorong mengidentifikasi potensi unggulan di wilayahnya, kemudian mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing. Harapannya, produk UMKM Berau tidak hanya mampu memenuhi pasar lokal, tetapi juga berkembang hingga tingkat nasional dan internasional.

Sri Juniarsih menegaskan, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki Berau.

“Saya sebagai kepala daerah tidak bisa bekerja sendiri. Saya membutuhkan dukungan dari segala pihak untuk turut andil mengangkat potensi yang kita miliki,” ungkapnya.

Pemkab Berau berharap, penguatan sektor pariwisata yang diikuti pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif dapat menciptakan rantai ekonomi yang saling terhubung. Dengan begitu, potensi wisata Berau tidak hanya menjadi daya tarik kunjungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat. (Adv/ed*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *