HALOBERAU – Pemerintah kampung di Kabupaten Berau didorong untuk semakin mandiri dalam memperkuat perekonomian masyarakat. Di tengah tantangan fiskal dan keterbatasan anggaran daerah, pengembangan potensi unggulan kampung dinilai menjadi salah satu solusi untuk menopang pembangunan secara berkelanjutan.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, meminta setiap pemerintah kampung lebih serius menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki wilayahnya masing-masing. Potensi tersebut diharapkan dapat dikelola secara konsisten sehingga mampu menghasilkan nilai ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK).
Menurutnya, setiap kampung memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri yang bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Dengan pengelolaan yang tepat, kampung diharapkan tidak terus bergantung pada dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten.
“Nah ini terus kita dorong supaya setiap pembangunan di tingkat kampung tidak lagi menunggu kucuran dari kabupaten,” ungkapnya.
Selain pengembangan potensi unggulan, Gamalis juga menekankan pentingnya program pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki kemampuan, kemandirian, dan kreativitas dalam mengembangkan produk lokal.
“Pemberdayaan masyarakat ini penting supaya masyarakat juga bisa mandiri dan kreatif dalam mengembangkan produk yang ada,” jelasnya.
Di sisi lain, Gamalis mengakui kondisi fiskal saat ini turut memengaruhi pelaksanaan sejumlah program unggulan pemerintah kabupaten. Keterbatasan alokasi anggaran membuat beberapa program harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Meski demikian, ia memastikan program-program yang telah direncanakan tetap akan berjalan, meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran.
“Jadi tetap jalan, hanya kita pasti akan menyesuaikan lagi dengan anggaran. Sehingga sifatnya juga mungkin nanti bertahap,” terangnya.
Gamalis berharap kondisi tersebut dapat menjadi momentum bagi pemerintah kampung untuk lebih inovatif dalam mencari sumber pendapatan dan alternatif pembiayaan pembangunan.
Ia menegaskan, upaya memperkuat kemandirian ekonomi kampung bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah di tingkat kampung. Pemerintah kabupaten juga terus berupaya mencari solusi agar berbagai program pembangunan tetap dapat direalisasikan.
“Tentu ini bukan hanya pemerintah kampung. Kita di kabupaten juga pasti akan mencari solusi terbaik untuk menuntaskan semua program itu,” tandasnya. (Adv/ed*)
