Karhutla Belum Reda, Petugas Pertaruhkan Nyawa Lawan Kepungan Api

Berita

HALOBERAU – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, hingga kini belum sepenuhnya reda. Meski jumlah titik panas mulai mengalami penurunan, ancaman kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data BMKG, sebanyak 339 titik panas masih terdeteksi di wilayah Kabupaten Berau pada Minggu (23/8/2026) malam.

Tim Satgas Penanganan Karhutla masih berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah lokasi, di antaranya Jalan Poros Samarinda, Kecamatan Kelay, Jalan Poros Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, serta Kampung Pilanjau, Kecamatan Sambaliung.

Di beberapa lokasi, kobaran api bahkan berada tidak jauh dari permukiman warga. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra keras untuk mencegah api merambat dan mengancam rumah maupun lingkungan masyarakat.

Upaya pemadaman juga berlangsung hingga malam hari. Sejumlah petugas terlihat kelelahan setelah berjam-jam berada di lokasi kebakaran. Bahkan, dalam proses penanganan, petugas sempat harus keluar dari kepungan api menggunakan kendaraan pemadam kebakaran.

Kapolsek Teluk Bayur AKP Budi Witikno mengatakan, kemunculan titik api di kawasan Kilometer 10, Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur, mulai terpantau sejak sore hari.

Polisi bersama personel TNI dan tim Satgas Karhutla langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.

“Titik api ini mulai muncul sejak sore hari di kawasan Kilometer Labanan Makmur. Kami bersama TNI dan tim Satgas Karhutla langsung turun melakukan pemadaman sampai malam,” ujar Budi.

Upaya pemadaman sempat terbantu dengan hujan yang mengguyur wilayah Teluk Bayur selama kurang lebih satu jam. Namun, petugas tetap melakukan pemantauan karena kondisi lahan yang kering masih berpotensi memicu munculnya kembali titik api.

“Alhamdulillah, tadi sempat turun hujan kurang lebih satu jam, sehingga cukup membantu proses pemadaman di lapangan. Kami tetap mengantisipasi karena kondisi di lapangan masih cukup rawan,” katanya.

Budi menegaskan, petugas bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan pemadaman untuk memastikan api tidak kembali meluas, terutama ke arah permukiman warga.

“Api bisa kembali menyala jika kondisi lahan kembali kering. Kami bersama tim akan terus melakukan pemantauan dan pemadaman agar api tidak meluas dan mendekati permukiman warga,” tegasnya.

Di tengah penanganan yang masih berlangsung, Pemerintah Kabupaten Berau juga dijadwalkan mendapat bantuan pesawat modifikasi cuaca untuk mendukung upaya penanganan Karhutla.

Operasi modifikasi cuaca berupa hujan buatan dijadwalkan mulai dilakukan Senin (24/8/2026). Bantuan tersebut diharapkan dapat menekan penyebaran api, mengurangi potensi meluasnya Karhutla, serta membantu mempercepat proses pemadaman di wilayah yang masih terdampak.

Dengan kondisi Karhutla yang belum sepenuhnya terkendali, petugas gabungan masih harus bekerja ekstra menghadapi medan kebakaran yang sulit, kepungan asap, serta ancaman api yang sewaktu-waktu dapat kembali membesar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *