Berau Coal Dukung Pelestarian Budaya Lewat Pesta Adat Bakudung Batiung ke-263 Tumbit Dayak

Berita

HALOBERAU – Denting musik tradisional, tarian adat, dan semangat kebersamaan kembali mewarnai Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung. Masyarakat setempat menggelar Pesta Adat Bakudung Batiung sebagai bagian dari peringatan hari jadi Kampung Tumbit Dayak yang ke-263.

Perayaan tahunan yang menjadi identitas budaya masyarakat Dayak tersebut berlangsung meriah dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PT Berau Coal bersama mitra kerjanya.

Community Relations Manager PT Berau Coal, Muhammad Sulaiman mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mendukung pelestarian budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, Bakudung Batiung merupakan agenda budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan memiliki nilai penting bagi masyarakat Kampung Tumbit Dayak.

“PT Berau Coal dan mitra kerja ikut serta menyukseskan kegiatan Bakudung Batiung di Tumbit Dayak karena ini merupakan event yang setiap tahun dilaksanakan. Sebagai dunia usaha yang berada di lingkar tambang Tumbit Dayak, kami turut mendukung agar kegiatan ini terus berjalan,” ujarnya.

Ia berharap, pesta adat tersebut tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi juga mampu berkembang menjadi agenda budaya berskala nasional.

“Semoga event ini semakin dikenal luas dan cita-cita masyarakat Kampung Tumbit Dayak untuk menjadikannya sebagai event nasional dapat terwujud. Kami mendukung kegiatan ini baik secara material maupun nonmaterial,” tambahnya.

Dukungan dunia usaha tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan. Ia mengaku bersyukur kegiatan adat yang menjadi kebanggaan masyarakat kampung dapat kembali terlaksana dengan baik.

Menurutnya, keterlibatan pihak ketiga sangat membantu keberlangsungan kegiatan budaya di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.

“Syukur Alhamdulillah, adanya dukungan dari pihak ketiga seperti Berau Coal beserta mitra kerjanya, pada akhirnya kegiatan kami di kampung ini dapat terlaksana dengan baik setiap tahun. Mengingat anggaran dari pemerintah daerah untuk mendukung kegiatan kampung saat ini sangat terbatas,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang Kampung Tumbit Dayak.

Ia menilai, Pesta Adat Bakudung Batiung memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sehingga mampu menarik perhatian lebih luas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami dari pemerintah daerah memberikan apresiasi atas terlaksananya pesta adat Bakudung Batiung ini. Ke depan kegiatan ini perlu terus dimodifikasi dan dikembangkan agar semakin menarik. Mari kita dukung bersama-sama, termasuk perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar kampung untuk ikut berkontribusi,” ujarnya.

Gamalis juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang selama ini telah terlibat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan budaya tersebut.

Pesta Adat Bakudung Batiung sendiri tidak hanya menjadi momentum peringatan hari jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263, tetapi juga menjadi simbol komitmen masyarakat dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha pun diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tradisi tersebut untuk generasi mendatang. (Adv/bc/ed*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *