Keselamatan Wisatawan Jadi Sorotan DPRD Berau di Tengah Lonjakan Kunjungan

Berita

HALOBERAU – Pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Berau yang kian menunjukkan geliat positif diharapkan tidak hanya mengejar peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menempatkan keselamatan wisatawan sebagai prioritas utama.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan wisatawan terhadap destinasi wisata di daerah. Menurutnya, citra wisata yang baik tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh jaminan keselamatan bagi setiap pengunjung.

Ia menilai, kesadaran akan keselamatan harus dimulai dari berbagai pihak, termasuk wisatawan sendiri. Peran orang tua, khususnya yang membawa anak-anak, dinilai sangat krusial saat berkunjung ke destinasi wisata, terutama di area terbuka maupun kawasan perairan.

“Harapan kita, orang tua yang mengajak anak berlibur harus tetap melakukan pengawasan. Selain itu, daerah-daerah yang memiliki potensi wisata, khususnya di tingkat kampung, perlu meningkatkan sistem pengamanan,” ujar Sumadi.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para pengelola wisata di tingkat kampung agar tidak hanya terfokus pada potensi pemasukan dari sektor wisata. Menurutnya, keuntungan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya mitigasi risiko di lapangan.

Sumadi menekankan pentingnya pemetaan titik-titik rawan bahaya di setiap lokasi wisata. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terulangnya insiden yang dapat mengancam keselamatan pengunjung, termasuk risiko bencana alam maupun ancaman dari satwa liar.

“Jangan hanya mengejar PAD semata, tetapi bagaimana keamanan benar-benar ditingkatkan. Mitigasi daerah rawan bencana, termasuk potensi bahaya dari hewan buas dan risiko lainnya, harus diantisipasi agar kejadian yang membahayakan tidak terulang,” tegasnya.

Menanggapi keterbatasan jumlah personel penjaga pantai (lifeguard) di sejumlah destinasi wisata populer, seperti Labuan Cermin, Sumadi juga meminta agar standar pengawasan segera dievaluasi. Ia menilai, keberadaan lifeguard dan peralatan keselamatan yang memadai merupakan kebutuhan mendesak di kawasan wisata air.

Ia pun mendorong pengelola wisata agar aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan fasilitas keselamatan, mulai dari alat pelindung hingga sarana pendukung lainnya.

“Ke depan, pengawasan harus diperkuat dan peralatannya ditingkatkan. Ajukan kebutuhan kepada pemerintah daerah agar kawasan wisata semakin aman dan tetap menjadi tujuan favorit wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Potensi wisata kita sangat luar biasa,” pungkasnya. (Adv/ed*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *