HALOBERAU, KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program 50 Unggulan Bupati.
Program ini diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas.
Untuk mendukung pelaku usaha lokal, Pemkab Kutim menggandeng berbagai mitra strategis, termasuk lembaga pembiayaan dan perbankan, agar UMKM memperoleh modal dengan lebih mudah dan terjangkau.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya soal bantuan teknis, tapi juga membangun fondasi ekonomi masyarakat.
“Kolaborasi dengan berbagai pihak membuka jalan agar UMKM lebih siap menghadapi persaingan pasar yang kompetitif,” tegasnya, Selasa (25/11/2015).
Selain akses modal, pemerintah mendorong UMKM mengoptimalkan teknologi digital untuk pemasaran produk.
Pendampingan dan pelatihan terus dijalankan oleh OPD teknis seperti Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Ardiansyah menambahkan bahwa kegiatan pendampingan, mulai dari pelatihan produksi hingga manajemen usaha, menjadi strategi agar UMKM naik kelas.
“Bantuan teknis dan pelatihan harus terus berjalan agar pelaku usaha bisa bersaing dan berkembang,” ungkapnya.
Pemkab Kutim menilai bahwa penguatan UMKM berdampak tidak hanya pada peningkatan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.
Dengan berbagai strategi ini, pemerintah optimistis Program 50 Unggulan Bupati mampu menyiapkan UMKM Kutim menjadi penggerak ekonomi daerah dan memperkuat ketahanan finansial masyarakat.(ADV)
