HALOBERAU, KUTIM – Memasuki 2025, UPT Kebersihan Sangatta Selatan di bawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup Kutai Timur meluncurkan program inovatif Pemilahan Sampah 2025.
Langkah ini bertujuan mendorong masyarakat untuk mulai mengelola sampah secara bijak, bukan sekadar membuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
UPT Kebersihan menyiapkan fasilitas pemilahan di kantor UPT dan beberapa titik percontohan di wilayah Sangatta Selatan.
Petugas dilatih membedakan sampah organik dan anorganik sebelum diangkut, sehingga proses pengolahan di TPA menjadi lebih efisien.
Armada kecil akan fokus mengangkut sampah organik, sedangkan kendaraan besar menampung sampah residu.
Program ini juga dikombinasikan dengan kegiatan edukasi kepada warga melalui Jumat Bersih, di mana masyarakat diajak langsung mempraktikkan pemilahan sampah di lingkungan mereka.
“Kami ingin warga tahu bahwa sampah bukan sekadar dibuang, tapi bisa bernilai ekonomi jika dikelola dengan benar,” ujar Kepala UPT Kebersihan Sangatta Selatan, Arbain, Rabu (19/11/2025).
Selain masyarakat, sekolah dan komunitas lokal turut dilibatkan untuk memperluas kampanye kesadaran pengelolaan sampah.
Langkah ini dianggap penting agar budaya memilah sampah dapat tertanam sejak dini dan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Arbain menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya tergantung pada petugas kebersihan, tetapi juga pada partisipasi aktif warga.
Upaya ini sejalan dengan target Dinas Lingkungan Hidup Kutai Timur untuk mengurangi timbunan sampah hingga 30 persen di wilayah Sangatta Selatan pada tahun ini. “Ini gerakan bersama, bukan hanya proyek pemerintah,” tegasnya.
Meskipun tantangan seperti keterbatasan sarana dan partisipasi masyarakat masih ada, pihak UPT optimistis bahwa kebiasaan baru ini akan menjadi budaya.
Program Pemilahan Sampah 2025 diharapkan tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan kembali sampah yang bernilai ekonomi.
Dengan langkah-langkah ini, Sangatta Selatan diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun kesadaran lingkungan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.(ADV)
