HALOBERAU – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam meningkatkan mutu pendidikan terus mendapat sorotan positif. Tahun ini, Pemkab kembali menyalurkan program Beasiswa Berau Cerdas, tidak hanya bagi pelajar berprestasi, tetapi juga untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu di tingkat pendidikan dasar, mulai dari TK, SD, hingga SMP.
Anggota DPRD Berau, Ratna Kalalembang menilai, langkah ini sebagai bentuk nyata komitmen daerah dalam memperluas akses pendidikan. Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan program tersebut disertai dengan pengawasan yang ketat, sehingga benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan.
“Program ini sangat baik, tapi yang paling penting adalah memastikan penyalurannya tepat sasaran. Jangan sampai bantuan yang tujuannya meringankan beban keluarga miskin justru tidak sampai ke tangan yang berhak,” tegas Ratna, saat ditemui, Kamis (13/11/2025).
Menurutnya, beasiswa bagi peserta didik kurang mampu memiliki dampak besar dalam mencegah anak putus sekolah, terutama di wilayah pedalaman dan pesisir. Di daerah tersebut, banyak keluarga masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar pendidikan seperti buku, seragam, dan perlengkapan sekolah lainnya.
“Bantuan seperti ini bisa jadi penyelamat bagi banyak keluarga. Anak-anak jadi tetap bisa sekolah tanpa harus memikirkan biaya. Tapi tentu, manfaat itu baru terasa kalau penyalurannya transparan dan tepat,” ujarnya.
Ratna menambahkan, keberhasilan program beasiswa seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah penerimanya, tetapi dari sejauh mana bantuan tersebut berpengaruh terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak penerima. Ia mendorong agar Pemkab melakukan evaluasi berkala dan melibatkan sekolah serta masyarakat dalam proses verifikasi data penerima.
“Harus ada evaluasi yang jelas. Apakah bantuan itu betul-betul membantu anak-anak bertahan di sekolah, atau malah tidak ada tindak lanjut. Pemerintah bisa libatkan pihak sekolah dan masyarakat agar data penerima lebih valid,” jelasnya.
Politisi Partai Golkar itu juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor, terutama antara Dinas Pendidikan, sekolah, dan pemerintah kecamatan. Dengan sistem yang terintegrasi, data penerima bantuan bisa terus diperbarui sehingga tidak ada tumpang tindih ataupun anak yang layak namun terlewatkan.
“Jangan sampai karena lemahnya koordinasi, ada anak yang semestinya dapat bantuan malah tidak terdata. Program pendidikan harus berjalan dengan sistem yang kuat,” tambahnya.
Ratna berharap beasiswa ini bukan hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga langkah strategis dalam membangun pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Berau.
“Investasi terbaik daerah adalah pada pendidikan anak-anaknya. Dari mereka lah masa depan Berau dibangun. Jadi, program seperti ini harus dijaga keberlanjutannya, diperluas jangkauannya, dan terus dievaluasi mekanismenya,” jelasnya.
Ratna menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar urusan akademik, melainkan pondasi bagi kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat Berau.
“Kalau anak-anak kita bisa sekolah dengan layak, itu artinya kita sedang menyiapkan generasi yang siap membangun Berau ke arah yang lebih baik. Beasiswa bukan hanya bantuan biaya, tapi juga bentuk keadilan sosial bagi masa depan daerah ini,” tutupnya. (Adv/ed)
