HALOBERAU, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan kompetitif di dunia kerja. Melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans), kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri kini semakin diperkuat.
Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada teori di ruang kelas semata. Mahasiswa dan pelajar perlu dibekali pengalaman nyata agar siap menghadapi tantangan dunia kerja.
“Kita ingin pembelajaran tidak hanya berhenti di ruang kelas. Dunia kerja harus menjadi tempat belajar yang sesungguhnya,” ujar Roma, Jumat (7/11/2025).
Sebagai langkah nyata, Disnakertrans Kutim aktif menggandeng perguruan tinggi dan perusahaan dalam pengembangan sistem pelatihan serta program magang. Upaya ini juga menjadi bentuk penyelarasan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri saat ini.
Roma menilai, banyak lulusan yang masih kesulitan beradaptasi di dunia kerja karena adanya kesenjangan antara teori dan praktik. Karena itu, pembentukan karakter kerja seperti disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan komunikasi menjadi fokus utama pembinaan SDM.
Selain pelatihan dan sertifikasi, Disnakertrans juga tengah menyiapkan bursa kerja (job fair) sebagai wadah mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan di wilayah Kutim.
“Kami ingin membuka pintu selebar-lebarnya bagi tenaga kerja lokal untuk mendapatkan kesempatan kerja yang layak,” tambah Roma.
Melalui langkah-langkah ini, Pemkab Kutim berharap dapat melahirkan generasi muda yang unggul, produktif, dan siap menjadi penggerak utama ekonomi daerah di masa depan. (Adv/ed)
