HALOBERAU – Suasana duka masih menyelimuti halaman SMP Negeri 1 Segah, beberapa hari setelah si jago merah melahap delapan ruang kelas di sekolah tersebut. Puing-puing bangunan yang hangus terbakar masih terlihat saat Wakil Bupati Berau, Gamalis, datang meninjau langsung lokasi kejadian, Senin (13/10/2025).
Wabup Gamalis menelusuri sisa-sisa bangunan yang kini hanya tinggal rangka. Ia berbincang dengan guru dan warga sekitar, memastikan bahwa langkah penanganan segera dilakukan.
“Kami tidak bisa berlama-lama menunggu. Sekolah ini harus segera berdiri kembali, agar anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa,” ujarnya di sela kunjungannya.
Gamalis menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa dunia pendidikan di Kecamatan Segah tersebut. Menurutnya, pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena bencana. Karena itu, Pemkab Berau akan bergerak cepat melakukan evaluasi dan percepatan rencana rehabilitasi.
“Dinas Pendidikan dan instansi teknis lainnya sudah saya minta segera menyusun perencanaan detail. Kalau tidak bisa masuk di anggaran perubahan tahun ini, maka akan kita prioritaskan di tahun depan,” tegasnya.
Berdasarkan perkiraan sementara, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan kembali fasilitas SMPN 1 Segah diperkirakan mencapai Rp7 miliar. Namun, angka tersebut masih bersifat awal dan akan disesuaikan setelah kajian teknis dilakukan.
“Yang penting, prosesnya jangan terhenti. Kita ingin kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal sesegera mungkin,” tambah Gamalis.
Tak hanya menyoroti pembangunan fisik, Wabup Gamalis juga mengingatkan pentingnya aspek kesiapsiagaan dan keamanan di lingkungan sekolah. Ia berharap setiap sekolah memiliki sistem pencegahan kebakaran yang memadai.
“Peristiwa ini harus jadi pembelajaran bersama. Alat pemadam, sistem listrik, dan jalur evakuasi perlu diperhatikan. Jangan sampai kejadian serupa terulang,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Segah Rudi Sunarto menyampaikan, kebakaran tersebut berdampak besar terhadap proses belajar mengajar. Dari total 575 siswa, sekitar 200 siswa terdampak langsung akibat ruang kelas yang terbakar.
“Untuk sementara kami memanfaatkan ruang tersisa dan belajar lesehan. Anak-anak tetap semangat, meski dalam kondisi terbatas,” ujarnya.
Ia pun berharap dukungan dari pemerintah daerah dapat segera terealisasi. “Kami percaya, dengan perhatian dari Pak Wabup dan Pemkab Berau, sekolah ini bisa segera pulih dan kembali menjadi tempat belajar yang nyaman bagi anak-anak,” tutupnya. (Adv/ed*)
