Proyek Embung Mangkrak Disorot, DPRD Tagih Tanggung Jawab dan Pembangunan Ulang Mushola

Berita

HALOBERAU – Kejelasan proyek embung di Kampung Payung-Payung kembali dipertanyakan. Anggota DPRD Berau, Abdul Waris, mendesak pemerintah daerah untuk segera memberikan kepastian, terutama terkait mushola yang terlanjur dibongkar namun hingga kini belum dibangun kembali.

Ia menjelaskan, rumah ibadah tersebut sebelumnya diratakan karena lahannya akan dimanfaatkan untuk pembangunan embung. Namun, proyek yang direncanakan itu tidak berjalan sesuai target, sehingga menyisakan persoalan baru bagi masyarakat.

“Warga mengeluhkan mushola yang sudah dibongkar untuk embung. Sekarang embungnya tidak jelas kelanjutannya, kontraktornya pun tidak diketahui, sementara musholanya juga belum ada,” ungkapnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan pesisir, Abdul Waris menyebut masyarakat masih mempertanyakan nasib proyek tersebut. Terlebih, anggaran yang telah dikucurkan untuk pembangunan embung disebut mencapai sekitar Rp15 miliar, tetapi belum menunjukkan hasil yang nyata.

“Kurang lebih Rp15 miliar sudah dialokasikan, namun sampai sekarang belum terlihat manfaatnya. Kalau mau diteruskan, tentu harus dihitung lagi berapa tambahan anggaran yang dibutuhkan,” katanya.

Ia menilai persoalan ini perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, setiap proyek bernilai besar harus diawali dengan perencanaan dan kajian yang matang agar tidak berujung pada pemborosan anggaran serta merugikan masyarakat.

“Jangan sampai dana besar terpakai tanpa hasil, sementara warga justru menanggung dampaknya,” tegasnya.

Abdul Waris juga menyoroti tujuan awal pembangunan embung yang disebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih. 

Ia menilai, ada alternatif lain yang mungkin lebih efisien secara biaya, seperti teknologi desalinasi, yang diperkirakan dapat direalisasikan dengan anggaran lebih kecil.

“Kalau orientasinya penyediaan air bersih, mungkin ada solusi lain yang lebih hemat dan cepat terealisasi,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, baik terkait kepastian kelanjutan proyek embung maupun pembangunan kembali mushola yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Kampung Payung-Payung. (Adv/ed*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *