HALOBERAU, KUTIM – Pembangunan jalan di Kecamatan Kaliorang menunjukkan hasil nyata dengan hadirnya akses transportasi yang semakin lancar dan modern. Dampaknya tidak hanya meningkatkan mobilitas warga, tetapi juga mulai membuka ruang peluang ekonomi baru di berbagai desa.
Selesainya pembangunan jalan poros SP2 – Selangkau sepanjang kurang lebih 4 kilometer menjadi pemicu perubahan besar di sektor transportasi lokal.
Jalan yang sebelumnya kurang layak kini menjadi jalur utama pendukung aktivitas perdagangan warga dan pemasaran produk hasil kebun.
Adapun proyek jalan Bangun Jaya – Kaliorang berjalan progresif dengan capaian 1,18 kilometer, dan akan dilanjutkan 450 meter tambahan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan akses transportasi masyarakat dan dunia usaha.
Sementara itu, pembangunan jalan Bangun Jaya – Citra Manunggal Jaya menuju Maloy dengan panjang sekitar 600 meter turut menjadi prioritas karena berperan penting dalam kelancaran distribusi hasil perkebunan dan logistik menuju kawasan industri Maloy.
Pembangunan jalan memiliki efek berantai terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Ketika akses jalan semakin mulus, roda ekonomi akan bergerak lebih cepat karena masyarakat lebih mudah memasarkan hasil kebun dan produk UMKM,” ujar Camat Kaliorang Rusnomo.
Ia menambahkan bahwa peningkatan jalan saat ini bukan hanya untuk kebutuhan transportasi, tetapi juga untuk kesejahteraan jangka panjang masyarakat.
Pemerintah Kecamatan menilai bahwa dengan tersambungnya jalan antardesa dan jalur menuju pusat industri, semakin banyak peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan warga seperti usaha transportasi, kios, penginapan, dan pemasaran hasil pertanian.
“Kita ingin jalan tidak hanya bagus, tapi juga berdampak pada meningkatnya pendapatan warga dan ini tujuan akhirnya,” tegasnya.
Melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan di tahun ini dan tahun berikutnya, Pemerintah Kaliorang berharap desa-desa semakin mandiri, pelaku usaha semakin berkembang, dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara menyeluruh.(ADV)
