Dedy Okto Desak Pemprov Benahi Jalur Kelay yang Jadi Zona Rawan Kecelakaan

Berita

HALOBERAU – Lonjakan kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas jalan poros Berau–Samarinda. Kecamatan Kelay mencatat angka tertinggi dan kini disebut sebagai titik paling berbahaya bagi pengguna jalan.

Kerusakan berat pada jalan provinsi yang menghubungkan dua kabupaten itu menjadi pemicu utama. Lubang besar, kontur bergelombang, hingga permukaan jalan yang licin saat hujan membuat kendaraan rawan tergelincir. Situasi kian parah karena jalur ini dipadati angkutan berat milik perusahaan, meningkatkan risiko kecelakaan tunggal maupun beruntun.

Data kepolisian sebelumnya menempatkan ruas Berau–Kutai Timur, khususnya Kelay, sebagai salah satu jalur dengan jumlah insiden tertinggi di wilayah pesisir Kaltim. Setiap tahun angka kecelakaan terus meningkat, menandakan daruratnya pembenahan infrastruktur di jalur strategis ini.

Sorotan publik kembali menguat setelah beberapa kecelakaan terbaru terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Warga menilai selama kerusakan jalan tak dibenahi dan tonase kendaraan berat tak terkendali, keselamatan pengendara akan terus terancam.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, ikut bersuara. Ia menegaskan komitmen DPRD Berau untuk terus menekan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) agar segera memperbaiki jalan provinsi di Kelay. Desakan ini juga menindaklanjuti kunjungan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang sebelumnya berjanji menindaklanjuti penanganan infrastruktur jalan provinsi di kawasan tersebut.

“Kita akan terus mengawal setiap program provinsi di Kabupaten Berau. Salah satunya yang paling mendesak adalah perbaikan jalan provinsi dari Kelay menuju Samarinda,” tegas Dedy.

Menurutnya, perbaikan tidak boleh lagi berhenti pada wacana. Selain menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, jalan rusak telah berubah menjadi ancaman keselamatan jiwa. Karena itu, percepatan penanganan harus menjadi prioritas provinsi, mengingat kerusakan jalur ini berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi tuntas.

Dedy berharap penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan struktur konstruksi, penguatan badan jalan untuk menahan beban angkutan berat, hingga pengawasan ketat tonase agar kerusakan tidak terulang.

“Ini bukan sekadar kenyamanan berkendara. Ini soal nyawa. Masyarakat berhak merasa aman ketika melintasi Kelay,” tutupnya. (Adv/ed*)