HALOBERAU – Program sertifikasi pemandu wisata yang saat ini tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali mendapat perhatian dari Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris.
Gideon menilai, sertifikasi tersebut seharusnya memberi dampak langsung terhadap meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bumi Batiwakkal. Ia meminta agar pelaksanaannya tidak hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa hasil yang jelas.
“Jangan sampai sertifikasi terus dibuat, anggaran besar digelontorkan, tapi jumlah kunjungan tidak berkembang,” tegasnya.
Menurutnya, pemandu wisata memegang peran strategis karena menjadi pihak pertama yang berinteraksi dengan wisatawan. Ia menyebut kompetensi yang mumpuni akan menentukan kualitas pengalaman wisata dan citra daerah di mata pengunjung. Sertifikasi, lanjut dia, merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat kepercayaan wisatawan terhadap destinasi wisata Berau.
“Melalui sertifikasi, para pemandu bukan hanya mendapat pengakuan resmi, tetapi juga terpacu memberikan pelayanan sesuai standar nasional,” jelasnya.
Gideon juga menekankan pentingnya pemerataan pelaksanaan program hingga ke wilayah pesisir dan pulau-pulau, seperti Maratua dan Biduk-Biduk yang merupakan ikon pariwisata Berau. Ia mendorong agar pemerintah tidak berhenti pada tahap pelatihan semata, namun juga memberikan pendampingan berkelanjutan untuk menjaga kualitas layanan wisata.
“Ini menjadi fondasi untuk membangun industri pariwisata Berau yang profesional, kompetitif, dan berdaya saing tinggi di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Adv/ed*)
