PT Berau Coal dan SIGAP Genjot Pengembangan Kakao, 48 Fasilitator Dilatih Tingkatkan Ekonomi Kampung

Berita

HALOBERAU – PT Berau Coal bersama Pejuang SIGAP Sejahtera kembali menunjukkan komitmennya mendukung program unggulan Pemerintah Kabupaten Berau melalui kegiatan Sekolah Lapang Kakaoyang digelar pada Kamis, 6 November 2025, di Kebun Percontohan Kakao Sungai Enau. Kegiatan ini menjadi langkah bersama dalam memperkuat potensi kakao sebagai komoditas unggulan daerah.

Program SIGAP (Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan) merupakan konsorsium yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Berau, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Yayasan Lingkar Rakyat Nusantara (YALIRA), serta PT Berau Coal. Salah satu fokus utamanya ialah pengembangan komoditas kakao sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi lokal.

Sebanyak 48 Pejuang SIGAP Sejahtera dari 12 kecamatan mengikuti pelatihan tersebut. PT Berau Coal turut menghadirkan trainer dan narasumber berpengalaman untuk meningkatkan kapasitas para fasilitator yang menjadi ujung tombak pendampingan masyarakat di lapangan.

Dalam Sekolah Lapang ini, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari persiapan lahan, pengajiran, penggalian lubang tanam, pemupukan, penyediaan bibit klonal unggul, proses penanaman, pemeliharaan tanaman penaung, hingga teknik pengendalian gulma, hama, dan penyakit.

Project Koordinator Pejuang SIGAP Sejahtera, Hamzah Nasir, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor di Berau.

“Program kolaborasi ini sangat baik karena menyatukan pemerintah, pihak swasta seperti PT Berau Coal, dan lembaga lingkungan. Kita harus lanjutkan kerja sama ini untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handani, yang turut memberikan materi terkait kebijakan perkebunan daerah.

“Tema yang diangkat sangat relevan, karena saat ini setiap petugas diarahkan untuk bekerja secara tematik sesuai potensi kampung. Kami mendorong empat komoditas utama: kelapa, karet, kakao, dan kopi. Di kampung yang belum memiliki penyuluh lapangan, keberadaan Pejuang SIGAP sangat membantu,” jelasnya.

Salah satu peserta, Widyawati, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru.

“Hari ini kami banyak belajar tentang budidaya kakao. Semoga kolaborasi antara PT Berau Coal dan program SIGAP ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Berau,” tuturnya.

PT Berau Coal menegaskan bahwa pengembangan kakao menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Community Based Development (CBD) Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, menyebut bahwa dukungan terhadap SIGAP merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong ekonomi lokal.

“Kami melihat program SIGAP sebagai kolaborasi nyata antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk membangun Berau yang berkelanjutan. Dukungan kami terhadap pengembangan kakao sejalan dengan fokus PPM PT Berau Coal dalam meningkatkan kemandirian ekonomi. Kami berharap para Pejuang SIGAP Sejahtera dapat menjadi agen perubahan yang menggerakkan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi kakao di wilayahnya,” pungkasnya. (Adv/bc/ed*)