Semarak Olahraga, UMKM Sekitar Stadion Kudungga Panen Berkah

Berita

HALOBERAU, KUTIM – Semarak olahraga di Stadion Kudungga Sangatta kini membawa berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Di setiap akhir pekan atau event olahraga besar, kawasan stadion selalu ramai , bukan hanya oleh sorak penonton, tapi juga oleh geliat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ikut tumbuh bersama aktivitas olahraga.

Belasan tenda kuliner dan produk lokal berjejer rapi di area luar stadion, mulai dari minuman, jajanan, semuanya disajikan oleh 19 pelaku UMKM binaan UPT Stadion Kudungga. Mereka hadir setiap ada kegiatan besar, memanfaatkan momentum olahraga untuk mendongkrak ekonomi keluarga.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, menegaskan bahwa konsep pemberdayaan UMKM di kawasan stadion merupakan bagian dari pendekatan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kami tidak hanya ingin menghidupkan olahraga, tapi juga menggerakkan ekonomi warga. Stadion harus menjadi ruang yang menyehatkan sekaligus menyejahterakan,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Basuki menjelaskan bahwa kolaborasi antara Dispora dan UPT Stadion Kudungga telah berhasil menciptakan model pengelolaan kawasan olahraga yang produktif.

Ia menilai, keberadaan stadion tersebut menjadi contoh nyata bahwa ruang publik dapat berfungsi ganda, sebagai tempat olahraga, rekreasi, sekaligus wadah bagi kegiatan ekonomi masyarakat.

Basuki menuturkan bahwa seluruh pelaku UMKM diberi kesempatan berdagang secara gratis di setiap kegiatan olahraga. “Kami ingin mereka tumbuh tanpa beban biaya sewa. Prinsipnya, stadion ini milik rakyat, jadi manfaatnya juga harus kembali ke rakyat,” jelasnya.

Program ini disambut antusias oleh masyarakat. Banyak warga datang berolahraga sambil menikmati kuliner lokal di sekitar stadion. Sekarang olahraga bukan hanya tentang lari dan senam, tapi juga tentang kebersamaan. Orang datang, olahraga, jajan, dan bersosialisasi.

Bahkan beberapa pelaku UMKM kini mulai dikenal luas oleh pengunjung tetap stadion, dan diminta buka pesanan khusus setiap minggu yang artinya, mereka benar-benar mendapat pasar dari kegiatan olahraga ini.

Basuki berharap model ini bisa diterapkan di kawasan olahraga lain di Kutim. “Kalau olahraga dikelola dengan hati dan melibatkan masyarakat, hasilnya bukan hanya prestasi, tapi juga kesejahteraan,” tutup Basuki.(ADV)