Satpol PP Kutim Harus Menjadi Wajah Ramah Pemerintah yang Mendengar dan Melayani

Berita

HALOBERAU – Kepala Satpol PP Kutai Timur (Kutim) Fata Hidayat menegaskan komitmen lembaganya untuk menampilkan wajah baru dalam pelayanan publik Satpol PP yang tegas namun tetap humanis.

Petugas tidak boleh hanya dikenal karena tindakan penertiban, tetapi juga karena kemampuannya mendengar dan melayani warga.

“Satpol PP adalah representasi pemerintah di lapangan. Cara kami bertindak akan menentukan bagaimana masyarakat melihat pemerintah,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Kini seluruh petugas dibekali kemampuan komunikasi publik dan pelatihan etika pelayanan agar mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

“Menertibkan boleh, tapi harus dengan empati. Masyarakat harus diajak, bukan ditekan,” tegasnya.

Dengan pendekatan humanis, banyak persoalan ketertiban bisa diselesaikan tanpa gesekan. Hal itu sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat daerah.

Satpol PP Kutim juga mulai memperluas program pembinaan masyarakat dengan pendekatan edukatif, terutama bagi pelaku usaha kecil di ruang publik.

Ketertiban dipandang sebagai hasil dari kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, bukan semata hasil dari penegakan yang bersifat memaksa.

Melalui pendekatan yang seimbang, Satpol PP Kutim berupaya mewujudkan harmoni antara penerapan aturan dan kehidupan sosial masyarakat, sehingga ketentraman dapat tercipta secara berkelanjutan.(ADV)