HALOBERAU – Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menilai rencana pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan peluang besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat desa, khususnya di wilayah pesisir. Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersikap proaktif agar manfaat program nasional tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Elita menegaskan, di tengah kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami penyesuaian, program seperti KNMP bisa menjadi solusi untuk memperkuat ekonomi berbasis sumber daya lokal.
“Artinya ini peluang yang sangat bagus, apalagi sekarang anggaran kita mengalami pengurangan,” ujarnya, Senin (3/11).
Ia mendorong Pemkab Berau untuk tidak sekadar menunggu instruksi dari pemerintah pusat, tetapi aktif menjalin koordinasi dan menyiapkan langkah konkret agar program tersebut dapat dijalankan secara efektif di daerah. Menurutnya, kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait menjadi kunci memperluas dampak program hingga ke tingkat kampung.
“Pemerintah daerah harus kooperatif dengan program pemerintah pusat, harus jemput bola. Ini kesempatan baik yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” lanjutnya.
Elita menambahkan, potensi sektor kelautan dan perikanan Berau sangat besar untuk dikembangkan. Dengan garis pantai yang panjang dan hasil perikanan tangkap maupun budidaya yang melimpah, Berau dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat ekonomi biru di Kalimantan Timur.
“Ekonomi masyarakat bisa bergerak dengan berbagai program. Apalagi potensi kelautan kita luas, perikanannya juga besar. Harus dioptimalkan,” tandasnya.
Elita berharap, jika KNMP benar-benar direalisasikan, Pemkab Berau dapat segera menyusun peta potensi desa pesisir dan menyiapkan skema pembinaan bagi kelompok nelayan serta pelaku usaha kecil di sektor perikanan. Dengan begitu, kebijakan pusat bisa tersambung langsung ke akar rumput dan mendorong lahirnya desa mandiri berbasis ekonomi kelautan.
Sebelumnya, tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan kunjungan lapangan ke wilayah pesisir Kabupaten Berau, tepatnya di Kampung Buyung-Buyung dan Kampung Talisayan.
Kunjungan tersebut merupakan tahap identifikasi dan pemetaan calon lokasi pembentukan KNMP, program nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui konsep pengelolaan terintegrasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Berau, Maulidiyah, mengatakan fokus utama kunjungan tersebut adalah menginventarisasi potensi, kekurangan, serta permasalahan yang dihadapi para nelayan di kampung-kampung pesisir.
“Sekarang tugas kami menyiapkan persyaratannya untuk administrasi,” jelasnya.
Dari hasil kunjungan awal, KKP meninjau dua lokasi utama, yakni Kampung Buyung-Buyung dan Kampung Talisayan. Sementara satu lokasi lainnya, Kampung Biduk-Biduk, belum sempat dikunjungi.
Namun, Maulidiyah menyebut tim daerah masih menyiapkan data tambahan untuk kampung lain yang berpotensi masuk daftar usulan, seperti Kampung Kasai dan Wilayah Radak.
“Dengan kedatangan tim KKP ini, diminta jangan hanya tiga lokasi, bisa lebih banyak. Soal lahan juga fleksibel, tidak harus satu hektare , setengah hektare pun bisa, asal tersedia lahan yang siap,” tutupnya. (Adv/ed)
