Operasi SAR di Talisayan Resmi Ditutup, Wabup Gamalis Apresiasi Kerja Keras Tim Gabungan

Berita

HALOBERAU – Setelah sepekan penuh melakukan pencarian, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap nelayan korban kapal tenggelam di perairan Talisayan resmi ditutup pada Sabtu (1/11/2025). Penutupan dilakukan oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Balikpapan, Dody Setiawan, usai memastikan seluruh upaya maksimal telah ditempuh di lapangan.

Operasi pencarian yang berlangsung selama tujuh hari ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD Berau, hingga relawan dan masyarakat setempat. Tim gabungan melakukan penyisiran intensif di laut maupun pesisir menggunakan kapal, perahu nelayan, hingga bantuan drone untuk memperluas jangkauan pencarian.

Cuaca yang tidak menentu serta arus laut yang kuat menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi. Meski demikian, koordinasi yang baik antarinstansi membuat pencarian dapat berjalan lancar dan terorganisir.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang hadir langsung di Posko SAR Talisayan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat. Ia menyebut kerja keras tim gabungan selama sepekan menjadi bukti nyata semangat kemanusiaan di Bumi Batiwakkal.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Berau, kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim gabungan yang telah bekerja siang malam tanpa kenal lelah. Ini adalah bentuk kepedulian besar terhadap keselamatan masyarakat kita,” ujar Gamalis.

Gamalis juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat sistem keselamatan pelayaran, terutama bagi masyarakat nelayan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Novian Hidayat, menuturkan bahwa pihaknya bersama Basarnas dan unsur lainnya telah berupaya maksimal sejak laporan pertama diterima. Menurutnya, operasi SAR kali ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pihak dalam memperkuat sinergi penanganan kedaruratan di wilayah pesisir.

“Seluruh unsur terlibat penuh sejak hari pertama. Kami bergerak cepat bersama Basarnas untuk memastikan pencarian berjalan efektif. Kendala utama ada pada kondisi cuaca dan gelombang, namun berkat kerja sama lintas instansi, seluruh area pencarian dapat terpantau dengan baik,” jelas Novian.

Ia juga menambahkan bahwa BPBD Berau akan terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat nelayan melalui pelatihan keselamatan di laut dan penyediaan peralatan darurat. “Kami ingin agar setiap nelayan memiliki pemahaman dasar tentang mitigasi risiko dan penggunaan alat keselamatan sebelum melaut,” katanya.

Diketahui, kapal KM Mina Maritim 148 dilaporkan tenggelam di perairan Talisayan pada Minggu, 26 Oktober 2025 sekitar pukul 04.00 Wita. Kapal tersebut membawa 14 orang awak (ABK) yang sebagian besar merupakan nelayan lokal. Dalam proses pencarian, sejumlah korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara beberapa lainnya ditemukan meninggal dunia. Setelah dilakukan penyisiran intensif hingga radius belasan mil laut, tim SAR akhirnya menutup operasi resmi setelah memastikan tidak ada lagi tanda-tanda keberadaan korban lain di lokasi kejadian.

Dengan berakhirnya operasi SAR ini, Pemerintah Kabupaten Berau mengimbau para nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan, memeriksa kondisi kapal sebelum berangkat, serta memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG. Tragedi di Talisayan ini menjadi pengingat penting bahwa kewaspadaan di laut harus menjadi prioritas utama. (Adv/ed*)