HALOBERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan pesan sederhana namun bermakna kepada masyarakat di Bumi Batuwakkal untuk mencintai alam, karena di sanalah masa depan bertumpu.
Bupati Sri mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk melindungi hutan, sungai, dan laut yang menjadi sumber kehidupan bagi warga Berau.
“Saya merasa sedih jika masih ada yang merusak alam. Jabatan saya hanya beberapa tahun, tapi anak cucu kita akan hidup jauh lebih lama dan mereka juga berhak menikmati kekayaan alam ini,” ujarnya.
Sebagai bupati perempuan pertama di Kabupaten Berau, Sri tak hanya berbicara soal kebijakan, tetapi juga menggugah hati. Ia menyadari bahwa menjaga alam bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan sinergi antara masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen daerah untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
“Kita harus bergerak bersama. Kalau semua pihak terlibat, Berau bisa tetap maju tanpa kehilangan jati dirinya sebagai daerah yang hijau dan lestari,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan lingkungan sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menanam pohon, menghemat air, dan tidak membuang sampah sembarangan merupakan langkah kecil yang berdampak besar bagi masa depan.
“Kalau sejak kecil anak-anak kita diajarkan mencintai alam, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungannya,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Berau sendiri terus menggencarkan berbagai program pelestarian, mulai dari rehabilitasi hutan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga kampanye pengurangan plastik sekali pakai. Semua langkah ini diarahkan untuk membangun pola hidup masyarakat yang lebih ramah lingkungan.
Sri berharap, kerja sama dan kesadaran bersama dapat menjaga kekayaan alam Berau yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi daerah.
“Mari kita rawat alam Berau untuk masa depan anak cucu kita. Jangan biarkan mereka mewarisi kerusakan, tapi wariskan udara bersih, hutan hijau, dan sungai yang jernih,” tutupnya. (Adv/ed*)
