Sri Juniarsih-Gamalis Wujudkan Pembangunan Berbasis Pariwisata dan UMKM di Berau

Berita

HALOBERAU – Di bawah langit senja Tanjung Redeb, deretan lampu di Tepian Sungai Segah perlahan menyala, memantulkan cahaya ke permukaan air yang tenang. Aroma kuliner lokal menggoda dari lapak-lapak UMKM yang berjajar rapi di sepanjang tepian sungai. Tempat ini kini menjadi magnet baru bagi warga dan wisatawan yang ingin menikmati suasana kota Berau dari sisi yang berbeda.

Wajah baru kawasan Tepian Sungai Segah tidak hadir begitu saja. Di baliknya, ada komitmen dan kerja nyata dari Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas dan Wakil Bupati Gamalis yang sejak awal kepemimpinannya bertekad untuk mengembangkan potensi daerah berbasis ekonomi kerakyatan.

Kabupaten Berau dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah. Mulai dari hasil bumi, laut, hingga panorama wisata baharinya yang menakjubkan. Namun di tangan kepemimpinan Sri Juniarsih dan Gamalis, potensi tersebut tidak hanya dijaga, tetapi juga diolah menjadi sumber kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata dan pemberdayaan UMKM.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menjelaskan bahwa arah pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah saat ini berfokus pada peningkatan daya saing ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor pariwisata dan UMKM. Ia menegaskan, pembangunan di sektor ini bukan hanya sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi besar dalam membangun kemandirian ekonomi warga.

“Pariwisata ini bukan sekadar wisata saja, tetapi hasil yang ada di dalamnya, mulai dari hasil hutan, hasil laut, serta kearifan lokal pun terus kami dukung untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pariwisata,” ujarnya.

Sri Juniarsih menambahkan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Berau kini memiliki peran dalam memperkuat kearifan lokal melalui tugas pokok dan fungsinya masing-masing. 

“Semoga dengan bertransisinya kita ke sektor pariwisata dalam peningkatan ekonomi masyarakat, Berau semakin dikenal dunia sebagai daerah dengan wisata berskala internasional terbanyak di Kalimantan Timur. Dengan begitu, potensi daerah ini bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah yang berkelanjutan,” katanya.

Kini, kawasan Tepian Sungai Segah tidak hanya menjadi ruang publik yang indah, tetapi juga pusat ekonomi baru bagi masyarakat. Aktivitas jual beli, hiburan rakyat, hingga festival lokal rutin digelar di kawasan ini, menambah semarak kehidupan malam di Tanjung Redeb.

Perubahan tersebut turut dirasakan langsung oleh para pelaku usaha kecil. Salah satunya Safaruddin, pedagang kuliner yang sudah 21 tahun berjualan di Tepian Sungai Segah. Ia mengaku kawasan tersebut kini jauh lebih tertata dan menjadi kebanggaan masyarakat.

“Penataan Tepian Segah sekarang sangat cantik. Baru kali ini tertata dengan baik sejak saya berjualan 21 tahun di sini. Kami sebagai pelaku usaha kecil juga sangat diperhatikan oleh pemerintah daerah,” ungkap Safaruddin.

Berbagai program penguatan ekonomi masyarakat terus digulirkan, baik melalui dukungan fasilitas, pelatihan usaha, hingga promosi produk lokal. Semua diarahkan untuk membangun Berau yang mandiri dan berdaya saing, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Di penghujung masa jabatannya, Bupati Sri Juniarsih berharap dukungan semua pihak agar program pembangunan berbasis masyarakat dapat terus berlanjut. 

“Kami ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi warga, bukan hanya saat ini, tetapi juga untuk masa depan Berau yang lebih baik,” pungkasnya. (Adv/ed*)