HALOBERAU – Pemerintah pusat tengah memperkuat kebijakan efisiensi belanja daerah dan percepatan digitalisasi layanan publik melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik(SPBE). Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, M Said, menegaskan bahwa Pemkab Berau siap menyesuaikan diri dan mendukung penuh arah kebijakan nasional tersebut.
Menurut Said, efisiensi dan digitalisasi merupakan dua langkah penting untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Instruksi pemerintah pusat sudah jelas: setiap OPD harus melakukan efisiensi anggaran sekaligus memperkuat layanan berbasis digital. Berau siap menyesuaikan diri dan terus berbenah,” ujarnya.
Said menilai, transformasi digital bukan sekadar penerapan sistem atau aplikasi, melainkan juga perubahan pola pikir (mindset) aparatur sipil negara (ASN). Melalui SPBE, setiap pelayanan publik diharapkan lebih cepat, mudah diakses, serta mampu menekan potensi penyalahgunaan anggaran.
“Kalau sistem sudah terintegrasi, masyarakat akan langsung merasakan manfaatnya. Tidak ada lagi birokrasi berbelit, dan belanja daerah bisa lebih fokus pada program yang benar-benar prioritas,” tegasnya.
Terkait efisiensi anggaran, Said menekankan perlunya perencanaan yang matang dan berorientasi hasil. Ia mencontohkan pentingnya evaluasi terhadap program yang tumpang tindih antar-OPD serta pengalihan kegiatan yang minim dampak ke sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar.
“Jangan sampai banyak kegiatan seremonial yang menyedot anggaran, tapi pelayanan publik masih lambat. Itulah yang ingin kita ubah lewat efisiensi dan digitalisasi,” jelasnya.
Saat ini, Pemkab Berau tengah menyiapkan roadmap implementasi SPBE, termasuk pelatihan peningkatan kapasitas ASN dan integrasi sistem antar-OPD. Said optimistis, kebijakan ini akan menjadi langkah nyata menuju birokrasi yang modern dan efisien.
“Intinya, kita harus bergerak cepat. Pemerintah daerah yang mampu menyesuaikan diri dengan kebijakan efisiensi dan digitalisasi akan lebih siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” pungkasnya. (Adv/ed*)
