HALOBERAU – Pemerintah pusat mengumumkan stimulus ekonomi senilai US$2 miliar menjelang musim libur Natal. Kebijakan ini diharapkan bisa menggerakkan kembali roda ekonomi nasional yang sempat melambat.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyambut positif langkah pemerintah pusat. Namun, ia mengingatkan agar dampak stimulus tersebut juga dirasakan masyarakat di tingkat desa dan kampung.
“Program stimulus nasional ini bagus untuk menggerakkan konsumsi dan perdagangan di kota besar, tapi jangan sampai desa-desa kita tertinggal,” ujar Gamalis, Sabtu (5/10).
Menurutnya, Berau memiliki peluang besar untuk memanfaatkan kebijakan itu dalam memperkuat ekonomi lokal, terutama di sektor pertanian. Ia menilai, penggunaan dana stimulus sebaiknya diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat desa, seperti perbaikan sarana pertanian, irigasi, dan infrastruktur jalan kampung.
“Kalau akses jalan menuju pasar lancar, petani bisa lebih cepat menjual hasil panennya. Dampaknya langsung terasa, biaya distribusi berkurang, dan perputaran ekonomi meningkat,” jelasnya.
Gamalis juga menyoroti pentingnya stimulus ini dalam menjaga kestabilan harga pangan, terutama di tengah gangguan rantai pasok dan perubahan iklim. Ia menegaskan, penguatan ekonomi kampung menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan di daerah.
Dengan meningkatnya produksi lokal dan distribusi yang lebih efisien, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah bisa ditekan. Karena itu, ia mengusulkan agar sebagian dana stimulus digunakan untuk mendukung program mikro, seperti pemberdayaan kelompok tani, penyediaan bibit dan pupuk, hingga pengadaan alat pertanian sederhana.
Selain bantuan fisik, kata Gamalis, peningkatan kapasitas petani dan pelaku UMKM juga tak kalah penting. Pelatihan pengelolaan usaha, pengemasan produk, dan strategi pemasaran digital perlu diperkuat agar pelaku ekonomi desa bisa lebih kompetitif.
“Kalau mereka mampu mengelola produk dengan baik, kemasan menarik, dan penjualan lewat platform digital berjalan, produk kampung bisa bersaing dan menembus pasar luar,” katanya.
Lebih lanjut, Gamalis mendorong agar Pemkab Berau turut memperluas akses pasar melalui penguatan pasar kampung dan pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini, menurutnya, dapat membuka peluang baru bagi produk-produk lokal Berau untuk dikenal lebih luas.
Ia optimistis, sinergi antara kebijakan pusat dan langkah konkret di daerah akan memberi manfaat besar bagi masyarakat. Selain mempercepat pemulihan ekonomi, kebijakan ini juga memperkuat kemandirian kampung.
“Stimulus nasional harus jadi pemicu. Bukan hanya untuk kota besar, tapi juga untuk setiap kampung agar masyarakat kita bisa hidup lebih produktif dan sejahtera,” pungkasnya. (Adv/ed*)
