Saatnya Berau Punya Running Track

Berita

Oleh: Edi Akbar – Kontributor Metro TV

HALOBERAU – Di tengah semangat pembangunan infrastruktur yang terus bergeliat di Bumi Batiwakkal, ada satu kebutuhan mendasar masyarakat yang kerap terabaikan, yaitu ruang publik yang sehat dan aman untuk berolahraga. Bukan gedung mewah atau jalan bebas hambatan, melainkan lintasan sederhana running track yang memungkinkan masyarakat menjejakkan langkah menuju hidup yang lebih aktif dan sehat.

Beberapa waktu lalu, saya berbincang dengan dua sahabat yang memiliki kepedulian besar terhadap gaya hidup sehat dan pengembangan olahraga di Berau. Yang pertama, Yudi Rizal, Ketua Cabang Olahraga Triatlon Berau. Setiap hari, ia membina para atlet di Lapangan Batiwakkal dengan fasilitas yang kurang memadai, tapi tidak menyurutkan  semangat mereka.

Yang kedua, Jeffry Julian, seorang pegiat lari yang menjadikan aktivitas ini sebagai bagian dari gaya hidupnya. Jeffry juga aktif di komunitas Running RunDus. Bersama komunitasnya, ia kerap menjadikan halaman Masjid Agung Baitul Hikmah sebagai lintasan lari alternatif. Bahkan tak jarang mereka berlari menyusuri trotoar dan jalanan umum yang tidak dirancang untuk berolahraga dan rawan risiko.

Dari perbincangan ringan itu, muncul satu gagasan yang merepresentasikan harapan banyak orang. Berau membutuhkan lintasan lari yang layak dan aman !

Hingga kini, belum ada satu pun running track representatif di Berau. Padahal, minat masyarakat terhadap olahraga semakin meningkat, seiring tumbuhnya kesadaran akan pentingnya hidup sehat. Sayangnya, semangat itu belum dibarengi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai. Masyarakat masih harus berbagi ruang dengan kendaraan bermotor, atau berolahraga di tempat yang tidak mendukung keamanan dan kenyamanan. Ini tentu bukan kondisi yang ideal.

Lapangan Batiwakkal di jantung Kota Tanjung Redeb sebenarnya sangat potensial untuk menjawab kebutuhan tersebut. Kawasan ini sudah lama menjadi ruang publik favorit warga. Di kawasan tersebut terdapat taman, lapangan voli, dan area terbuka lainnya. Jika ditata dengan baik dan dilengkapi lintasan lari standar, Batiwakkal bisa menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat, bahkan ikon baru kota sehat di Berau.

Manfaatnya tidak hanya pada aspek kesehatan. Jika dikembangkan secara terpadu sebagai ruang publik yang hidup dan ramah, keberadaan running track ini juga dapat memicu geliat ekonomi lokal. Aktivitas masyarakat yang berolahraga setiap pagi dan sore akan menciptakan keramaian yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM, mulai dari penjual makanan sehat, minuman ringan, perlengkapan olahraga, hingga produk-produk lokal lainnya. Ruang sehat akan mendorong ekonomi tumbuh bersama.

Dalam visi jangka panjang, Lapangan Batiwakkal dapat dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang inklusif, warga berolahraga, komunitas berinteraksi, anak-anak belajar hidup sehat, dan UMKM tumbuh bersama. Sebuah ruang yang tidak hanya menguatkan fisik warganya, tapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal.

Pemerintah Kabupaten Berau perlu memandang ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan sebagai investasi sosial dan ekonomi. Investasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, mendukung pembinaan atlet, memperkuat komunitas, serta memberdayakan pelaku usaha kecil. Tidak semua daerah memiliki semangat kolektif seperti yang dimiliki masyarakat Berau saat ini. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk menerjemahkan semangat itu ke dalam kebijakan yang nyata.

Warganya sudah berlari. Komunitasnya sudah bergerak. Atletnya tetap berlatih di tengah keterbatasan.

Kini, yang dibutuhkan bukan stadion megah, cukup lintasan sederhana. Tempat bagi masyarakat untuk melangkah lebih jauh, lebih sehat, lebih kuat, dan lebih sejahtera.

Sebab kota yang hebat tak hanya dibangun dari beton dan baja, tapi dari ruang-ruang hidup yang membuat warganya tumbuh, bergerak, dan bahagia. (*)

Catatan: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis berdasarkan percakapan dengan komunitas olahraga di Berau, dan tidak mewakili lembaga mana pun.