HALOBERAU – Pameran foto bertajuk “73 Tahun Berau dalam Gambar” yang diselenggarakan oleh Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Berau resmi berakhir pada Sabtu (31/10/2026). Selama tiga hari pelaksanaan, pameran yang berlangsung di Story Mount, Tanjung Redeb, tersebut mendapat antusiasme cukup tinggi dari masyarakat.
Pameran yang dibuka sejak 29 Oktober 2026 itu menghadirkan berbagai dokumentasi perjalanan dan perkembangan Kabupaten Berau melalui karya fotografi. Mulai dari potret pembangunan daerah, aktivitas pemerintahan, kehidupan sosial masyarakat, hingga berbagai potensi yang dimiliki Bumi Batiwakkal dari masa ke masa.
Sejumlah pengunjung terlihat antusias menyaksikan koleksi foto yang ditampilkan. Tidak sekadar menjadi ruang apresiasi karya fotografi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengenang perjalanan panjang Kabupaten Berau sekaligus memperkenalkan perkembangan daerah kepada masyarakat.
Momentum peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb ini diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap daerah, sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan Berau merupakan hasil perjalanan dan kontribusi berbagai pihak.
Penutupan pameran turut dirangkai dengan talkshow bertema “Sampah Bernilai, Wisata Lestari”. Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Bupati Berau, Gamalis, Fatimah dari WWF Indonesia, serta Noviliana dari Bank Sampah Mapan RT 8 Karang Ambun. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Asosiasi Tenaga Perpustakaan Indonesia (ATPUSI) Kabupaten Berau.
Dalam kesempatan tersebut, Gamalis mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir terhadap sampah. Menurutnya, sampah tidak semestinya hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara tepat.
Ia menilai, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kebiasaan memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, hingga memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar.
“Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kita perlu membangun kesadaran bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Gamalis juga menekankan bahwa pengelolaan sampah memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan sektor pariwisata. Sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam dan destinasi wisata unggulan, kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya tarik Kabupaten Berau.
Menurutnya, keindahan destinasi wisata tidak cukup hanya didukung oleh potensi alam, tetapi juga harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Berau memiliki potensi wisata yang sangat besar. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi budaya bersama. Jika sampah dapat dikelola menjadi sesuatu yang bernilai, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga mendukung keberlanjutan pariwisata daerah,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau berharap edukasi mengenai pengelolaan sampah semakin luas diterima masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, lembaga lingkungan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Berakhirnya pameran foto “73 Tahun Berau dalam Gambar” sekaligus menjadi momentum untuk kembali melihat perjalanan pembangunan daerah. Tidak hanya mengenang capaian masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan mendorong Berau menjadi daerah yang semakin maju, lestari, dan sejahtera. (Adv/ed*)
