Kabut Asap Makin Pekat, Dua Penerbangan Dibatalkan

Berita

HALOBERAU – Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Kalimarau, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, masih terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu (19/9/2026).

Kondisi jarak pandang di sekitar bandara kembali memburuk. Dari sebelumnya sekitar 3 kilometer, jarak pandang kini hanya berkisar 1.000 hingga 1.500 meter atau masih berada di bawah batas minimum operasional penerbangan.

Kepala Bandar Udara Kalimarau, Patah Atabri, saat dikonfirmasi mengatakan kondisi tersebut membuat aktivitas penerbangan belum dapat berjalan normal.

“Jarak pandang sekarang masih below minimal, sekitar 1.000 sampai 1.500 meter,” kata Patah Atabri.

Akibat kondisi tersebut, dua penerbangan Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6430 dan ID 6431 pada rute Jakarta–Berau dan Berau–Jakarta terpaksa dibatalkan.

Jarak pandang yang terbatas menjadi salah satu faktor keselamatan yang harus diperhitungkan dalam operasional penerbangan. Maskapai pun harus menyesuaikan jadwal penerbangan dengan kondisi cuaca dan jarak pandang di bandara.

Otoritas Bandara Kalimarau juga menambah jam operasional bandara untuk memberikan kesempatan kepada maskapai menunggu hingga kondisi jarak pandang membaik dan memenuhi ketentuan keselamatan penerbangan.

Gangguan penerbangan ini menjadi dampak lain dari karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Berau. Selain mengganggu transportasi udara, kabut asap juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan kualitas udara.

Hingga Sabtu siang, kondisi jarak pandang di Kalimarau masih dipantau secara berkala sembari menunggu kabut asap menipis dan kondisi penerbangan kembali normal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *