HALOBERAU – Upaya membangun kemandirian ekonomi dari tingkat kampung terus didorong legislatif. Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menilai pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) menjadi momentum penting untuk memperkuat peran ekonomi kampung di Kabupaten Berau.
Menurutnya, regulasi yang tengah dibahas bersama pemerintah daerah tersebut dibutuhkan agar BUMK memiliki payung hukum yang jelas serta sistem pengelolaan yang lebih profesional dan terarah.
“Kita ingin BUMK benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat kampung,” ujar Gideon.
Ia menjelaskan, sejumlah BUMK di Berau saat ini masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari tata kelola yang belum optimal, keterbatasan modal usaha, hingga kurangnya inovasi dalam pengembangan unit bisnis. Kondisi tersebut dinilai membuat potensi ekonomi kampung belum tergarap maksimal.
Padahal, setiap kampung di Berau memiliki potensi berbeda, seperti sektor pertanian, perikanan, hingga pariwisata berbasis lokal. Tanpa dukungan regulasi yang kuat dan sistem manajemen yang tertata, potensi itu sulit berkembang secara berkelanjutan.
“Kita melihat ada potensi besar di kampung-kampung. Tapi tanpa pengelolaan yang baik dan aturan yang jelas, tentu sulit untuk berkembang maksimal,” katanya.
Gideon yang juga tergabung dalam Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Berau menambahkan, Raperda tersebut turut mengatur pola pembinaan, mekanisme penyertaan modal, serta evaluasi kinerja BUMK secara berkala. Langkah ini dinilai penting agar arah usaha BUMK lebih terukur dan tidak berjalan tanpa perencanaan matang.
“Kami mendorong adanya standar operasional yang tegas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan. Akuntabilitas menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap BUMK meningkat,” tegasnya.
Selain regulasi, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola BUMK. Pendampingan dan pelatihan berkelanjutan dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan badan usaha tersebut.
“Penguatan SDM sangat penting. Jangan sampai BUMK hanya berdiri secara administratif, tapi tidak didukung manajemen yang mumpuni. Dengan pendampingan yang konsisten, kita optimistis BUMK di Berau bisa berkembang dan memberi dampak nyata bagi ekonomi kampung,” pungkasnya. (Adv/ed*)
