HALOBERAU, KUTIM – Warga Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, akhirnya bisa menikmati layanan listrik tanpa jeda sepanjang hari.
Seluruh desa di wilayah tersebut resmi teraliri listrik 24 jam dan menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah memperluas infrastruktur energi ke kawasan pedalaman.
Camat Telen, Petrus Ivung, menyampaikan bahwa pencapaian ini lahir dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kutim dan PLN yang secara konsisten mendorong percepatan elektrifikasi hingga ke wilayah paling jauh.
“Semua desa di Telen sudah menikmati listrik penuh 24 jam. Ini bukti komitmen pemerintah dan PLN agar masyarakat di pelosok mendapat pelayanan setara dengan yang di pusat,” ujar Petrus, Sabtu (15/11/2025).
Menurut Petrus, sebagian besar desa kini telah memiliki sumber pasokan listrik yang stabil. Di antaranya Rantau Panjang dan Long Noran yang mendapat suplai daya dari jaringan PLN Muara Wahau.
Rantau Panjang memiliki kondisi jalur jaringan yang cukup unik karena kabel listrik menuju desa tersebut harus melewati kawasan perkebunan kelapa sawit.
Situasi ini membuat proses penarikan jaringan memerlukan koordinasi antarwilayah agar pengerjaan tetap aman dan sesuai prosedur.
Selain itu, Long Segar kini menjadi pusat distribusi listrik bagi sejumlah desa lain, seperti Kernyayan, Long Melah, Marah Haloq, dan Long Noran.
Keberadaan titik sentral ini memastikan seluruh desa di sekitarnya mendapatkan pasokan daya yang lebih stabil dan terhubung ke sistem utama PLN.
Meski aliran listrik sudah menjangkau seluruh desa, Petrus mengatakan masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan penguatan jaringan, terutama wilayah dengan permukiman tersebar di lereng dan perbukitan.
“Warga di Muara Pantun dan Juq Ayaq meminta tambahan tiang karena penyebaran rumah mereka memanjang ke atas. Saat ini tiang baru tersedia hingga kilometer tiga, sementara jalur menuju kilometer sepuluh masih belum terpasang,” jelasnya.
Bagi Pemerintah Kecamatan Telen, keberhasilan menghadirkan listrik di seluruh desa bukan sekadar peningkatan layanan, tetapi juga wujud kemajuan pembangunan di wilayah pedalaman. Petrus memastikan aspirasi masyarakat mengenai penguatan jaringan tetap menjadi prioritas pihaknya.
Dengan terealisasinya listrik 24 jam di seluruh desa, Kecamatan Telen kini termasuk wilayah yang berhasil mencapai pemerataan elektrifikasi pedesaan secara penuh.
“Kami bersyukur semua desa sudah terang. Selanjutnya, kami fokus memperkuat jaringan agar aliran listrik tetap stabil dan mampu menjangkau permukiman baru,” pungkasnya.
Capaian ini membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (ADV)
