HALOBERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, meninjau langsung operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24 jam di Kilometer Lima, Sabtu (17/10) malam. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM), termasuk sistem pendataan kendaraan dan kondisi antrean.
Sri Juniarsih yang singgah untuk mengisi BBM sekitar pukul 22.35 Wita, turut memantau mekanisme pelayanan di SPBU yang kini beroperasi sepanjang hari tersebut.
Dalam peninjauan itu, ia menilai penerapan sistem pendataan kendaraan yang terintegrasi antarlokasi SPBU menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga ketertiban distribusi BBM.
Melalui sistem tersebut, riwayat pengisian kendaraan dapat terpantau di sejumlah SPBU. Dengan demikian, kendaraan yang telah melakukan pengisian di satu lokasi tidak dapat kembali mengisi di SPBU lain dalam periode yang sama, sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jadi, ketika sudah mengisi di SPBU Kilometer Lima, tidak bisa mengisi lagi di Bujangga, misalnya,” ujarnya.
Menurut Sri Juniarsih, penerapan sistem tersebut diharapkan dapat membantu memastikan masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan BBM. Selain itu, sistem pendataan juga menjadi upaya mencegah pengisian berulang yang berpotensi menghambat pelayanan bagi pengguna lainnya.
Ia juga mengapresiasi kondisi antrean kendaraan yang dinilainya cukup tertib. Dengan bertambahnya waktu pelayanan, masyarakat diharapkan memiliki alternatif waktu pengisian sehingga kepadatan kendaraan di sejumlah SPBU dapat dikurangi.
“Ini memang sebuah kemajuan pelayanan. Mudah-mudahan benar-benar mengurangi antrean dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Sri Juniarsih mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus diimbangi dengan ketersediaan stok BBM. Menurutnya, operasional 24 jam akan memberikan manfaat optimal apabila pasokan bahan bakar tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami harap stok bisa beriringan, artinya selalu tersedia sehingga pelayanan di SPBU bisa optimal,” tandasnya.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga mulai memberlakukan operasional 24 jam di tiga SPBU di Kabupaten Berau sejak Senin (12/10). Kebijakan tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurai antrean kendaraan yang selama ini kerap mengular saat pengisian BBM.
Sales Branch Manager Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus, mengatakan tiga SPBU yang telah menerapkan layanan sepanjang hari tersebut yakni SPBU Rinding Baru, SPBU Sambaliung Baru, dan SPBU Kilometer Lima.
Menurutnya, penambahan jam operasional merupakan langkah perusahaan untuk menjawab persoalan antrean sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang menginginkan pelayanan pengisian BBM dengan waktu lebih panjang.
“Kami telah membuka layanan operasional tiga SPBU selama 24 jam. Ini sebagai upaya memecah antrean yang kerap mengular, sekaligus menjawab aspirasi dari banyak kalangan,” ujarnya.
Hermawan menjelaskan, program tersebut semula direncanakan mulai berjalan pada awal Oktober. Namun, Pertamina terlebih dahulu mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk kondisi sosial, sebelum pelaksanaannya dimulai pada 12 Oktober.
Pada tahap awal, kebijakan ini dievaluasi selama dua minggu untuk mengukur efektivitasnya dalam memperlancar penyaluran BBM dan mengurangi kepadatan antrean di SPBU.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar pertimbangan untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk rencana perluasan operasional 24 jam di tiga SPBU lainnya, yakni SPBU Bujangga, SPBU Maluang, dan SPBU Haji Isa III.
Pertamina juga mendorong SPBU lain di Berau untuk mempertimbangkan penambahan jam operasional sesuai kesiapan masing-masing. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat memperoleh BBM tanpa harus terkonsentrasi pada jam-jam tertentu.
Meski demikian, Hermawan menegaskan bahwa pada tahap awal layanan 24 jam masih terbatas pada penjualan BBM nonsubsidi. Ke depan, Pertamina berencana meningkatkan cakupan pelayanan secara bertahap, termasuk membuka peluang penjualan BBM bersubsidi dalam skema operasional yang diperpanjang.
“Kami berharap ini bisa menjadi solusi dan jawaban untuk kondisi penyaluran saat ini. Untuk sekarang memang terbatas pada BBM nonsubsidi, tetapi ke depan akan terus kami tingkatkan secara bertahap sampai pada penjualan BBM bersubsidi,” pungkasnya.
Dengan penerapan operasional 24 jam, Pertamina berharap distribusi BBM di Kabupaten Berau semakin lancar. Namun, efektivitas kebijakan tersebut tetap bergantung pada hasil evaluasi, ketertiban pelayanan, serta kesinambungan pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (Adv/ed*)
