HALOBERAU – Api boleh dipadamkan, tetapi perjuangan tim satgas karhutla di lapangan meninggalkan cerita panjang.
Sejak Juni 2026, puluhan personel dari berbagai unsur terus bergerak menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang muncul di sejumlah wilayah Kabupaten Berau.
Di tengah cuaca panas, kepulan asap dan medan yang tidak selalu mudah dijangkau, mereka bekerja tanpa mengenal waktu. Ketika satu titik berhasil dikendalikan, laporan kebakaran di lokasi lain kembali datang.
Kerja panjang tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Berau dalam momen upacara hari jadi ke-73 Berau di lapangan Gor Pemuda Tanjung Redeb, Selasa (15/9/2026).
Sebanyak 19 tim gabungan Satgas Karhutla menerima penghargaan atas dedikasi mereka dalam penanganan karhutla sejak Juni hingga September 2026.
Penghargaan itu diserahkan langsung Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, didampingi Wakil Bupati Berau Gamalis.
Bukan hanya unsur pemerintah, aparat dan petugas teknis. Relawan Masyarakat Peduli Api juga menjadi bagian dari 19 tim yang mendapat penghargaan.
Bagi pemerintah daerah, keterlibatan seluruh unsur menjadi salah satu kekuatan penting dalam menghadapi karhutla. Terlebih, luas wilayah Berau membuat penanganan kebakaran tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan relawan yang telah berada di lapangan selama penanganan karhutla.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim yang selama ini berjibaku menangani karhutla. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu, siang maupun malam, dalam kondisi yang tidak mudah. Termasuk para relawan masyarakat yang dengan sukarela ikut membantu di lapangan. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus menjaga Berau dari ancaman karhutla,” ujar Bupati Sri Juniarsih.
Sementara itu, Wabup Gamalis mengatakan, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk terima kasih pemerintah daerah kepada mereka yang telah bekerja dalam situasi yang tidak mudah.
“Ini bentuk apresiasi dan terima kasih pemerintah daerah kepada seluruh tim yang selama ini bekerja di lapangan. Mereka tidak mengenal waktu, siang maupun malam, untuk melakukan pemadaman dan penanganan karhutla,” kata Gamalis.
Ia juga mengapresiasi peran masyarakat yang ikut turun membantu melalui relawan Masyarakat Peduli Api.
Di lapangan, tantangan penanganan karhutla memang tidak sederhana. Petugas harus menghadapi panas, asap, medan yang sulit hingga persoalan sumber air. Bahkan setelah kobaran api berhasil dipadamkan, proses belum selesai.
Pendinginan harus dilakukan untuk memastikan bara di dalam tanah tidak kembali menyala dan memicu kebakaran baru.
Tim satgas perwakilan Manggala Agni, Willy Ruswana, mengatakan pihaknya telah terlibat dalam penanganan karhutla sejak Juni.
“Sejak Juni kami terus melakukan penanganan di beberapa lokasi karhutla. Tantangannya cukup berat, mulai dari panas, medan yang sulit, sampai sumber air yang terbatas,” ujarnya.
Meski begitu, kerja bersama membuat penanganan di lapangan tetap dapat dilakukan.
Menurut Willy, kolaborasi antara petugas, aparat dan masyarakat menjadi bagian penting agar kebakaran tidak semakin meluas.
Hal serupa dirasakan para relawan. Mariansyah, relawan Masyarakat Peduli Api, mengatakan keterlibatan mereka berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan dan wilayah tempat tinggal.
“Bagi kami sebagai relawan, ini bukan hanya soal penghargaan. Yang paling penting bagaimana api bisa segera dipadamkan dan tidak sampai mengancam rumah maupun masyarakat. Kami turun karena ini lingkungan kami, kampung kami,” katanya.
Penghargaan bagi 19 tim tersebut menjadi bentuk penghormatan atas kerja mereka di garis depan penanganan karhutla. Namun, penghargaan bukan akhir dari perjuangan.
Selama ancaman kebakaran masih ada, kewaspadaan tetap dibutuhkan. Pemerintah, petugas, relawan dan masyarakat harus terus bergerak bersama, bukan hanya ketika api sudah membesar, tetapi sejak potensi kebakaran mulai terlihat.
Sebab dalam penanganan karhutla, satu titik api yang terlambat ditangani bisa berubah menjadi persoalan yang jauh lebih besar. (Adv/ed*)
