Jembatan Kelay III Tertunda, Lahan dan Anggaran Jadi Kendala

Berita

HALOBERAU – Rencana pembangunan Jembatan Kelay III di Kabupaten Berau masih belum bergerak ke tahap realisasi. Sejumlah kendala mendasar, mulai dari pembebasan lahan hingga besarnya kebutuhan anggaran, membuat proyek ini tertahan.

Ketua DPRD Berau, Dedi Okto Nooryanto, mengungkapkan persoalan lahan menjadi hambatan utama. Lokasi pembangunan yang berada di kawasan Gunung Panjang melibatkan lahan milik warga serta area berstatus kawasan yang memerlukan izin pinjam pakai.

“Masih terkendala lahan,” ujarnya singkat.

Ia menjelaskan, sebagian lahan milik masyarakat terdampak langsung oleh proyek tersebut, sementara sebagian lainnya masih menunggu penyelesaian administrasi perizinan.

“Ada lahan warga yang terdampak dan ada juga yang harus melalui izin pinjam pakai,” katanya.

Di sisi lain, proyek ini juga belum masuk dalam pembahasan anggaran tahun 2026 dan masih berada pada tahap perencanaan awal. DPRD, kata Dedi, akan kembali mendorong agar pembangunan jembatan tersebut bisa masuk dalam prioritas pembahasan berikutnya.

“Belum masuk pembahasan 2026, nanti kita dorong lagi,” tegasnya.

Padahal, keberadaan Jembatan Kelay III dinilai sangat strategis. Selain membuka jalur alternatif, jembatan ini juga diyakini mampu memperpendek akses menuju sejumlah wilayah di Berau.

“Ini bisa menjadi jalur alternatif yang lebih dekat,” jelasnya.

Namun, besarnya kebutuhan anggaran menjadi tantangan tersendiri. Untuk desain dua lajur, biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp 500 miliar hingga Rp 600 miliar—angka yang dinilai cukup berat jika hanya mengandalkan APBD.

“Anggarannya besar, APBD kita belum tentu sanggup,” ungkapnya.

Sebagai langkah realistis, DPRD membuka opsi pembangunan dengan desain satu jalur guna menekan biaya.

“Kalau satu jalur, mungkin lebih ringan,” tandasnya.

DPRD Berau memastikan akan terus mengawal dan mendorong proyek ini agar dapat segera masuk dalam prioritas pembangunan daerah pada pembahasan anggaran mendatang. (Adv/ed*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *