HALOBERAU – Pelestarian seni budaya daerah menjadi perhatian DPRD Kabupaten Berau. Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mendorong pemerintah daerah mengambil langkah lebih konkret untuk menjaga keberlanjutan tari tradisional, salah satunya dengan memasukkannya sebagai muatan lokal di sekolah.
Menurutnya, seni tari merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Berau yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda. Tanpa upaya regenerasi yang terarah, warisan budaya tersebut dikhawatirkan perlahan memudar.
“Generasi muda harus diberi ruang untuk mengenal dan mempelajari budaya sendiri. Kalau tidak diajarkan sejak dini, dikhawatirkan budaya itu perlahan akan hilang,” ujarnya.
Ia menilai berbagai agenda besar daerah yang menampilkan pertunjukan seni, seperti peringatan hari jadi daerah, selama ini telah menjadi bukti bahwa budaya tradisional masih hidup di tengah masyarakat.
“Setiap kegiatan besar daerah, termasuk peringatan Hari Jadi Berau, kita selalu melihat pertunjukan tari kolosal dari berbagai suku. Itu menunjukkan bahwa budaya kita masih hidup,” katanya.
Sebagai daerah yang dihuni oleh beragam suku, Berau memiliki kekayaan budaya yang cukup besar. Tiga suku asli daerah tersebut, yakni Banua, Bajau, dan Dayak, memiliki ragam kesenian tradisional yang sarat nilai sejarah dan filosofi kehidupan masyarakat.
Melihat potensi itu, Sutami menilai perlu ada strategi yang lebih sistematis agar kesenian daerah tetap terjaga. Salah satunya melalui pendidikan formal yang memperkenalkan seni tari kepada para pelajar.
Selain aspek pendidikan, ia juga menyoroti keterbatasan fasilitas bagi para pelaku seni budaya di daerah. Menurutnya, keberadaan sanggar tari maupun ruang latihan yang memadai sangat penting untuk mendukung pengembangan bakat para penari.
“Pemerintah melalui dinas terkait perlu menyediakan fasilitas yang mendukung pelestarian budaya, termasuk sanggar atau tempat latihan yang layak bagi para penari,” jelasnya.
Politikus Partai Gerindra tersebut juga berharap dukungan pemerintah tidak hanya dalam bentuk penyediaan fasilitas, tetapi juga melalui kebijakan anggaran yang berpihak pada pengembangan seni budaya.
Ia menilai kegiatan seperti lomba maupun festival tari dapat menjadi sarana efektif untuk menarik minat generasi muda agar lebih aktif terlibat dalam dunia seni tradisional.
“Lomba atau festival tari bisa menjadi cara yang efektif untuk menumbuhkan minat generasi muda sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam berkesenian,” ungkapnya.
Sutami menambahkan, peran komunitas seni dan budaya juga sangat penting dalam menjaga keberlanjutan kesenian tradisional. Apalagi di era digital saat ini, promosi budaya dapat dilakukan lebih luas melalui berbagai platform.
“Anak-anak muda punya kreativitas dan akses teknologi. Kalau itu dimanfaatkan dengan baik, mereka bisa ikut berperan besar dalam menjaga dan mempromosikan budaya daerah,” pungkasnya. (Adv/ed*)
