HALOBERAU – Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau dinilai perlu diperkuat secara lebih serius dan terarah. DPRD Berau menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya dilibatkan dalam kegiatan seremonial atau event tahunan, tetapi harus menjadi bagian inti dari strategi pembangunan ekonomi daerah.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Grace Warastuty Langsa, menyampaikan bahwa potensi UMKM lokal sangat besar, terutama jika dikaitkan dengan pertumbuhan sektor pariwisata. Namun, menurutnya, dampak ekonomi dari pariwisata belum akan optimal apabila produk-produk lokal belum sepenuhnya terintegrasi dalam rantai ekonomi wisata.
“Pariwisata itu bukan sekadar menghadirkan acara meriah. Yang lebih penting adalah bagaimana pelaku usaha lokal bisa merasakan langsung dampak ekonominya,” ujarnya.
Ia menilai, selama ini masih ada pelaku UMKM yang hanya menjadi pelengkap dalam berbagai festival daerah. Padahal, seharusnya produk lokal tampil sebagai tuan rumah dan memiliki ruang promosi yang lebih luas.
“Jangan sampai masyarakat kita hanya jadi penonton di daerah sendiri. Produk UMKM harus diberi panggung utama, bukan sekadar pelengkap,” tegasnya.
Untuk itu, Grace mendorong pemerintah daerah agar lebih fokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Langkah tersebut bisa dilakukan melalui pelatihan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan kemampuan pemasaran berbasis digital.
“Pelaku UMKM harus dibekali kemampuan bersaing, terutama di era digital seperti sekarang. Kalau kualitas dan pemasarannya kuat, mereka tidak hanya laku saat festival, tapi juga bisa menembus pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah agar program pemberdayaan UMKM berjalan terarah dan berkesinambungan. Tanpa koordinasi yang solid, upaya penguatan UMKM dikhawatirkan tidak maksimal.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Berau disebut telah melakukan sejumlah langkah seperti pameran UMKM serta membuka peluang kemitraan dengan ritel modern untuk memperluas akses pasar. Namun, upaya tersebut diharapkan terus diperkuat agar pelaku UMKM benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
“Kami minta UMKM tidak hanya berperan sebagai penunjang kegiatan ekonomi, tetapi mampu tumbuh menjadi sektor strategis yang menopang pertumbuhan ekonomi Berau secara berkelanjutan dan inklusif,” tutupnya. (Adv/ed*)
