HALOBERAU – Pelaksanaan Manutung Jukut yang sempat ditiadakan pada 2025 berpotensi kembali digelar pada 2026. Namun, kepastian agenda budaya tersebut masih menunggu perkembangan kebijakan pemerintah pusat serta kondisi keuangan daerah.
Sebagaimana diketahui, pada 2025 kegiatan Manutung Jukut tidak dilaksanakan menyusul adanya edaran kementerian yang mengimbau pembatasan kegiatan seremonial di seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut turut berdampak pada sejumlah agenda daerah, termasuk expo dan kegiatan budaya di Kabupaten Berau.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menyampaikan bahwa peluang pelaksanaan kembali pada 2026 tetap terbuka apabila tidak ada lagi pembatasan dari pemerintah pusat.
“Manutung jukut di tahun 2025 memang tidak digelar karena adanya edaran kementerian untuk menjaga ketertiban di seluruh Indonesia. Jadi kegiatan seperti expo dan manutung jukut di Kabupaten Berau tidak dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika nantinya tidak ada lagi edaran pembatasan, maka kegiatan tersebut bisa kembali dipertimbangkan untuk digelar. Namun, faktor anggaran tetap menjadi perhatian utama.
“Kalau memang sudah tidak ada edaran, ayo kita gas. Tapi tentu kita tetap melihat kondisi anggaran terlebih dahulu,” kata Gideon.
Menurutnya, Manutung Jukut memiliki nilai positif karena mampu menjadi sarana promosi pariwisata dan penggerak ekonomi masyarakat.
Kendati demikian, pemerintah daerah juga harus menyesuaikan dengan arahan pusat yang mendorong pengurangan kegiatan seremonial.
“Kalaupun dilaksanakan memang baik karena bisa mempromosikan pariwisata di Kabupaten Berau. Tapi memang ada edaran menteri untuk mengurangi kegiatan-kegiatan seremonial,” jelasnya.
Gideon menambahkan, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk menilai sejauh mana kegiatan tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jadi nanti kita lihat, apakah ini kegiatan seremonial yang benar-benar punya banyak manfaat untuk masyarakat atau tidak,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kondisi anggaran daerah yang saat ini harus menyesuaikan sejumlah instruksi Presiden. Bahkan, rangkaian peringatan HUT Berau pun tahun ini mengalami pengurangan kegiatan.
“Dengan kondisi anggaran yang ada dan beberapa instruksi Presiden, seperti HUT Berau saja rangkaiannya banyak yang dikurangi. Jadi semua harus kita sesuaikan,” tandasnya. (Adv/ed*)
