HALOBERAU – Langkah pemerintah dalam merawat situs bersejarah di Kecamatan Teluk Bayur mendapat dukungan penuh dari legislatif. Agus Uriansyah, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Berau, memberikan apresiasi atas perhatian Pemkab Berau terhadap penataan kawasan Steenkolen 1912, yang dikenal sebagai bagian dari sejarah pertambangan batu bara di daerah tersebut.
Menurut Agus, Steenkolen 1912 memiliki makna historis yang mendalam, dan langkah pemerintah untuk menjaga dan menata bangunan-bangunan tua di kawasan tersebut menjadi langkah positif dalam melestarikan warisan budaya daerah.
”Kami sangat mengapresiasi Pemkab Berau yang telah memperhatikan dan menjaga situs bersejarah seperti Steenkolen 1912. Ini adalah bagian dari identitas sejarah Berau yang harus dipertahankan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sejumlah bangunan tua di kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, baik sebagai tempat wisata sejarah maupun sebagai ruang edukasi publik. Beberapa bangunan yang dinilai memiliki nilai sejarah yang kuat antara lain gedung bioskop tua dan kantor camat yang lama.
”Ada beberapa titik bangunan yang sangat bernilai, seperti gedung bioskop dan kantor camat. Bangunan-bangunan ini bisa dimanfaatkan kembali dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan sebagai tempat wisata sejarah yang edukatif,” jelas Agus.
Selain itu, Agus juga mengapresiasi pemasangan gerbang di depan eks kantor camat yang menjadi langkah awal dalam penataan kawasan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang yang mengarah pada pemanfaatan bangunan bersejarah tersebut secara berkelanjutan.
”Penataan fisik kawasan ini harus disertai dengan pemanfaatan yang jelas agar bangunan-bangunan ini tidak hanya menjadi simbol tanpa fungsi,” tambahnya.
Agus kembali menegaskan pentingnya pemanfaatan gedung eks SMP Teluk Bayur yang sebelumnya telah diajukan oleh DPRD. Ia berharap rencana tersebut dapat terwujud pada tahun 2026 mendatang.
”Kami sudah mengusulkan pemanfaatan gedung eks SMP Teluk Bayur sejak tahun lalu. Kami berharap ini dapat menjadi prioritas dalam pembangunan tahun 2026,” tegasnya.
Menurut Agus, optimalisasi bangunan bersejarah tidak hanya akan membantu menjaga warisan budaya, tetapi juga dapat mempercepat perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Teluk Bayur.
”Dengan perencanaan yang matang, kawasan Steenkolen 1912 bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang membanggakan bagi masyarakat Berau,” tandasnya. (Adv/ed*)
