HALOBERAU, KUTIM – Tekanan anggaran yang dipangkas hingga 60 persen tidak membuat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Sangatta Selatan mengendurkan komitmennya.
Dengan skema kerja yang sepenuhnya ditata ulang, satuan ini terus berupaya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan tertata rapi.
“Kondisi keuangan yang terbatas memaksa pola kerja di lapangan berubah signifikan, tim harus menakar setiap penggunaan bahan bakar, menata kembali jalur pengangkutan, dan mengatur ritme kerja lebih detail daripada sebelumnya,” ungkapnya, Rabu (26/11/2025).
Pola ini membantu mempercepat alur kerja meskipun jumlah anggaran berkurang jauh.
Kepala UPT Kebersihan Sangatta Selatan, Arbain, menilai situasi ini sebagai tantangan yang harus dihadapi bersama, dan dijadikan sebagai pendorong agar lebih efektif dalam bekerja.
“Kami tetap menjalankan tugas seperti biasa. Kendati anggaran menurun, kami mencari cara agar semua layanan tetap berjalan lancar,” ujarnya.
Upaya bertahan yang dilakukan UPT Kebersihan Sangatta Selatan menunjukkan bahwa keterbatasan tidak selalu identik dengan penurunan kualitas layanan.
Dengan strategi yang terukur dan kerja kolektif yang konsisten, lingkungan Sangatta Selatan tetap dapat terjaga meski berada dalam tekanan anggaran.(ADV)
